“TIDAK PERLU KATA-KATA”

Saat Teduh  

Pembacaan AlkitabMazmur 139:1-6

Doa di hadapan Allah yang maha tahu

  1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
  2. Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
  3. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
  4. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
  5. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
  6. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

“TIDAK PERLU KATA-KATA

Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. (Mazmur 139:4)

 RENUNGAN :

      Ketika aku pergi ke suatu daerah, Pernah aku lihat seorang anak kecil yang berasal dari daerah lain yang berlainan serta dan bahsanya lain dengan daerah tinggalnya. Didaerah itu dia betemu dengan sorang anak kecil dan bermain. Namun ketika mereka berbicara satu sama lain  tidak mengerti bahasanya daerahnya satu sama lain tersebut.  Namun mereka tetap berkomunikasi  satu dengan lain  dan tetap terus percakapannya dengan menjawab dengan bahsa daerahnya menurut perkiraannya. Usia mereka sekitar tiga atau empat tahun dan tampaknya tidak ada masalah untuk saling memahami.

Keadaan ini jelas membuat kehidupan doaku. Aku sering kali menemukan bahwa aku telah berkata-kata kurang tepat, atau tidak sesuai dengan apa yang aku rasakan pada Tuhan. “Percakapan” yang terjadi antara dua anak kecil yang lainan daerahnya tersebut, jelas membantu aku berfikir bahwa Allah tidak memerlukan bimbingan dalam bentuk apa pun untuk mengetahui apa yang ada di hati kita.

Paulus menulis, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” [Roma 8:26]. Kita tidak perlu harus fasih berbicara untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah.

Pokok  pikiran:

Ketika kita tidak dapat menemukan suatu kata –kata  yang tepat,  aku yakin bahwa Allah mengerti seluruh doaku.

Tuhan terkasih, terima kasih Engkau sudah mendengarkan kami bahkan sebelum kata-kata atau pikiran kami terbentuk. Amin.

Jakarta, 8 September 2015

Sugeng Meijanto Poerba, S.H., M.H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s