ALAM SERUI

Serui, adalah suatu  kota  kecil yang terletak di Kepulauan Yapen, Papua., dimana menurut cerita Serui banyak  melahirkan tokoh salah satu yang saya kenal adalah Pak Menanti dia termasuk tokoh pembebasan irian. Ketika saya sidang di pengadilan Negeri  Serui, salah satu hakim  dengan bercanda menjelaskan bahwa dari pusat Kota Serui, kalau di tarik Cuma beradial 3 Km , atinya kalau di jangkau cukup kurang lebih sekitar 30 menit kota serui akan kita kelilingi.
Serui,  bila saya membayangkan berwisata disana alangkah seru jika telusuri karena bagi saya contur alam yang indah  dan juga kelamian alamnya. Di kota ini  jumlah hotel sangat sedikit  dan  bisa dihitung dengan jari. Tak ada industri besar seperti di Timika, dan tak juga terlihat aktivitas perdagangan yang masif seperti Jayapura. Kota ini bergerak seperti detak jantung, ritmis dan konstan. Pemesan hotel akan susah apabila ada acara keagamaan, waktu itu saya sampai susah mencari penginapan.alam1 serui2 serui3 serui4 serui5 serui6 serui7 serui8 serui9 serui10 serui11 serui12 serui13 serui14 serui15 serui16 serui17 serui18

Untuk menuju ke pulau tersebut ada dua alternatif penggunaan  trasportasi, yaitu  udara atau laut. Jika waktu Anda sedikit dan kocek cukup tebal, pilihan menggunakan transportasi udara adalah tepat. Terbang dari Bandara Frans Kaisiepo, Biak, menuju ke Serui membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan harga tiket Rp900 ribuan sekali jalan. Yakni pesawat kecil twin otter yang mengantar milik maskapai Susi Air hanya berkapasitas 12 orang atau tidak lebih mengakut 1000 kg sekali penerbangan (berat badan kita ditimbang). Jika bagasi terlalu berat, Anda bisa dimintai dua tiket. Memang pesawat jenis ini memperhitungkan bobot, bukan jumlah penumpang. Jadi jangan heran ketika petugas bandara menimbang barang bawaan, Anda pun diminta turut dalam timbangan.

Perjalanan menyeberang pulau ini menghadirkan pemandangan menarik. Pulau-pulau kecil bertebaran seperti puzzle. Di atas pesawat baling-baling itu, mata dimanjakan dengan campuran birunya air  laut, serta putihnya  pasir pantai, dan hijau pohon. Pemandangan paling menakjubkan adalah air laut yang terjebak di antara pulau. Serupa danau yang ditabur hijau cincau yang menyegarkan.

Memang kalau menggunakan pesawat udara ke kota serui akan terasa sangat mahal karena perjalanan ke serui dari bandara kamanaf memakan waktu kurang lebih  1 ½ jam dan dibandara ini kita akan kehilangan sinyal serta baru ada ketika kita mau sampai kota serui, itu pun sinyalnya agak susah karena kadang hilang.

Ketika kita di kota serui, ada satu hal yang unik, disana kita menggunakan transport ojek dimana tarif ojek serba Rp5 ribu. Ke mana pun Anda pergi, ojek siap mengantar dengan tarif flat.

Untuk makanan, jangan khawatir, karena bagi kita yang berasal  dari Jawa atau Makassar, bahkan Padang, semua makanan khas daerah-daerah itu terhampar di Serui.  (Sate padang, mie bakso, pecel lele, dan bebek goreng mudah ditemui). Tempat yang saya rekomendasikan adalah warung makanan di sekitar Bank Papua di daerah Kota Serui.

Selain keunikan tersebut di atas, ada lagi keunuikan dari Kota Serui, yakni penduduk Kota Serui  dapat kita temui keturunan Papua-Tionghoa, dan oleh warga disana kerap dijuluki dengan ‘perancis’ atau akronim dari ‘peranakan China-Serui’. Kulit sawo matang dan mata sipit dengan rambut sedikit bergelombang.

Bagi para pemburu sunrise dan sunset, Serui salah satu destinasi yang patut diburu. Cukup disiplin untuk bangun pagi, Anda bisa langsung mengejar sunrise dari pintu hotel.

Berdasarkan informasi yang saya terima disana ada air terjun Ansija yang terletak di tengah hutan. Namun lagi-lagi tak perlu khawatir, karena dijelaskan bahwa jarak dari hotel ke air terjun juga tak jauh, yaitu membutuhkan waktu dengan jalan kaki menelusuri sungai sekitar 30 menit dan itu tupun tak akan terasa karena udaranya sejuk dan air sungainya jernih. Walaupun hanya selemparan batu dari pantai, Serui menyimpan air tawar yang berlimpah dengan air terjun indah.

Menurut ceritanya, apabila sedang musim buah durian, perjalanan semakin tak terlupakan jika dalam perjalanan menuju air terjun, Anda bertemu petani yang membawa durian. Para perempuan biasanya membawa durian yang jatuh di hutan. Serui terkenal dengan kualitas durian nomor satu di Papua dengan harga yang tidak mahal. Sebagian besar durian yang dijual di Biak, berasal dari Serui.

Jakarta, 17 Febuari 2015

Sugeng Meijanto Poerba, S.H., M.H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s