“TIDAK PERNAH DITINGGALKAN”

Kebangkitan Yesus

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.

Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.

 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.

Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.

Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.

Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.”

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.

 “TIDAK PERNAH DITINGGALKAN

 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu. (Matius 28:7)

 RENUNGAN

Malaikat Tuhan pertama kali memberitakan kabar baik kepada para perempuan di kubur, tapi tak seorang pun dari kedua belas murid yang meninggalkan segalanya untuk mengikut Dia ada di sana. Mereka diperintahkan menunggu guna menerima kabar baik. Mereka harus pergi ke wilayah lain untuk melakukannya. Aku bertanya mengapa para pengikut terdekat Yesus tidak ada dalam kisah ini?

Aku tahu rasanya ditinggalkan. Dahulu aku mempunyai  keluarga dengan sosok Ayah yang menjadi panutan kami, kami sangat senang, dan kemudian kemudian Ayah ku meninggal dunia.  Hampir masa itu lebih dari 10 tahun tahun aku  ditinggal orang tua ku, danbeberapa tahun  kemudian  abang juga meningal dunia. Aku  rindu dengan kasih mereka, namun aku percaya mereka tidak pernah meninggalkan aku dan tetap melihat kami disini  dan aku  tidak bisa berbuat apa pun selain bertanya pada diri sendiri. Mengapa kami ditinggalkan?

Kenyataannya – kami tidak ditinggalkan. Hanya karena para murid tidak melihat Yesus sesaat tidak berarti bahwa Dia tidak bangkit, tidak mengalahkan kematian, dan tidak memberikan harapan hidup baru bagi semua orang. Itu hanya berarti bahwa Yesus menanti saat yang tepat untuk menyatakan diri-Nya secara unik dan khusus.

Para murid tidak ditinggalkan; aku dan isteriku tidak ditinggalkan. Tampaknya seolah-olah Allah sedang melakukan mujizat bagi tiap kita – bangkitlah! Bahkan sebelum kita melihat Allah, kita telah menerima kuasa-Nya yang menghidupkan.

Doa: 

Allah Mahakuasa, ingatkan kami akan kuiasa-Mu bahkan sekalipun kami tidak melihatnya dan bimbinglah mereka yang bergumul dengan masalah ketidaksabaran.  Amin.

 Pokok pikiran:  

 Kita selalu dalam pemeliharaan Allah.

Jakarta, 26 Juli 2013.

Sugeng Meijanto Poerba, S.H., M.H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s