“AIR KEHIDUPAN”

Pembacaan AlkitabYohanes 4:7-15

Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”

Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.

Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”

Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”

 “AIR KEHIDUPAN

Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. (2 Korintus 4:6)

RENUNGAN :

Selama kuliah, aku tekun belajar dan mencoba untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, jiwaku lapar dan kering. Meski percaya kalau bekerja di perusahaan terbaik akan memberikan kebahagiaan, aku memiliki pertanyaan lain: Apakah tujuan hidupku? Makna apakah yang penerimaanku atas pekerjaan itu? Hidup ini terbatas. Namun, aku ingin menyerahkan diriku untuk sesuatu yang benar-benar berharga.

Aku tahu ada hal yang lebih penting untuk dipelajari, dan aku selalu mencari pengajaran sejati itu. Lalu menemukan perkataan Yesus dalam Alkitab. Yesus menawarkan air kehidupan untuk memuaskan jiwaku yang dahaga, dan menjadi “sumber kehidupan yang memancar sampai hidup yang kekal.” Sebelumnya aku melihat Allah jauh dariku. Namun kini, aku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan-Nya, layak orangtua dan anak.

Kini kegalauanku sudah hilang. Hatiku telah dipuaskan. Aku menyembah dalam “roh dan kebenaran”[baca Yohanes 4:23 –  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.], dan aku dilingkupi oleh kasih Allah. Aku bersyukur kepada Allah yang menyinari hatiku dan menggantikan kegelapan dunia dengan terang Kristus.

Pokok pikiran:

Hanya Allah yang memuaskan dahaga rohani dan memberi kita hidup yang kekal.

Doa:

Ya Allah, terima kasih atas keselamatan. Bebaskan kami dari kelaparan dan kehausan rohani saat kami menyembah-Mu dalam roh dan kebenaran. Amin.

Jakarta, 28 Mei 2013

Sugeng Meijanto Poerba, S.H., M.H.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s