“TUJUAN HIDUPKU”

Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.

Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya.
“TUJUAN HIDUPKU”
Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya. (Ulangan 4:30)

RENUNGAN

Setelah berpuluh puluh Tahun mengembara, bangsa pilihan Allah sampai ke tanah yang telah dijanjikan Allah kepada mereka. Selama pengembaraan mereka di gurun, mereka belajar mempercayai Allah. Allah memenuhi semua kebutuhan mereka, dan mereka belajar bahwa mematuhi perintah-Nya adalah hal yang utama. Di saat mereka memberontak, Allah meninggalkan mereka bertahan dengan kekuatan mereka sendiri; saat umat Bangsa Pilihan Allah  menyadari betapa sulitnya hidup tanpa Allah, mereka kembali kepada-Nya, yang dengan setia menanti mereka.

Ada saat di dalam hidupku, aku merasa bagaikan tengah mengembara di gurun, hidup tanpa tujuan. Namun, Allah tidak pernah meninggalkanku dan terus menerus menarikku mendekat kepada-Nya. Bagi kita  FirmaNYA adalah tempat paling tepat untuk menemukan Allah. dengan membaca firman-Nya tiap hari, aku menemukan pengharapan dan tujuan hidupku.

Tujuan hidup itu adalah mengenal dan mematuhi Allah tiap hari. Aku tidak perlu melakukan sesuatu yang besar atau luar biasa; aku hanya perlu berjalan dengan Allah menapaki perjalanan hidupku yang biasa-biasa, bahkan lebih sering tidak menarik. Meluangkan waktu bersama Allah tiap hari dengan mendengarkan firmanNYA  dan berdoa membantuku menemukan kesuka-citaan dalam segala hal.

Doa:

Tuhan terkasih, terima kasih karena Engkau telah memberikan tujuan hidup dan menyatakan diri-Mu kepada kami melalui firman-Mu. Kami memuji-Mu karena kasih setia dan pengampunan-Mu yang kekal. Amin.

Jakarta, 25 Oktober 2012

Sugeng Meijanto Poerba, S.H., M.H.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s