“PERMINTAAN MAAF”

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia dan  janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
“PERMINTAAN MAAF”

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. (Efesus 4:26)

RENUNGAN

Pernah tanpa sebab, aku berkata kasar pada seorang . Ia tidak melakukan kesalahan apa pun, ia hanya korban sasaran untuk melepaskan kekesalanku. Begitu menjauh dari orang itu,  aku menyadari alangkah buruknya kelakuanku. Aku teringat saat beberapa kali mengalami perlakuan yang sama. Beberapa orang  tampaknya menganggap remeh para kepada orang itu yang hanya karena statusnya, menganggap mereka hanya sebagai sosok tanpa nama yang cocok menjadi sasaran empuk kemarahan dan kejengkelan kita, menyadari yang baru saja kulakukan, aku merasa malu.

Segera, aku kembali mendekatinya dan meminta maaf atas kelakuanku. Kerutan kemarahan wajah pelayan tadi berganti dengan ekspresi keterkejutan, ia tersenyum dan berterima kasih kepadaku.

Dalam kitab suci  kita di ceritakan dan diajarkan kepada kita tentang kasih Tuhan kepada semua orang. Aku baru saja memperlakukan seseorang dengan buruk, dan Rok Kudus segera menunjukkan kesalahanku. Tindak pertobatan harus segera dilakukan. Dalam perjalanan pulang aku memuji Allah karena begitu mengasihiku sehingga Ia menegurku saat aku menyimpang. Memandang orang yang statusnya lebih rendah dari aku tadi sebagai umat Allah membuatku dapat melihat kesalahanku karena bersikap buruk. Aku ingin selalu menunjukkan kasih caramu bertutur dengan orang lain.

Doa: 

Allah terkasih, tolong aku agar melalui perilaku dan perkataanku tiap hari, dapat menghormati harkat dan harga diri mereka yang ada di sekitarku. Amin.

Jakarata, 25 Oktober 2012

Sugeng Meijanto Poerba, S.H., M.H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s