“PERUMPAMAAN SEORANG PENABUR”

Pada hari itu keluarlah Tuhan Alla dari rumah itu dan duduk di tepi danau, maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.

Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.  Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar dan Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.

Dan selain itu sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

“BENIH YANG BERKECAMBAH”

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Johanes 15:4)

RENUNGAN

Seorang  petani sayuran, menanam jagung dan kedelai. Saat memeriksa tanaman yang baru tumbuh, aku merasa Allah berbicara, mengajar aku lewat benih yang berkecambah. Tidak lama setelah sebutir benih ditanam ditanam di tanah, akar kecambah akan muncul dan menyusup ke tanah menyerap air dan zat hara. Pertumbuhan akar sebagai persiapan pertumbuhan tunas dengan menerima sinar matahari menjadi awal proses panjang membuat makanan demi pertumbuhan tanaman. Akhirnya, tanaman tumbuh menutupi kebunku itu.

Bagai benih menyusupkan akar ke tanah, orang yang mengenal Tuhan  pun perlu menyelami firman Allah. Firman Allah  dapat tumbuh secara rohani dan berbuah rohani. Buah dihasilkan jika kita menyampaikan Kabar Baik dan membimbing sesama kita kepada Kristus. Kita dapat melakukannya dengan menceriterakan pengalaman kita. Kita terkadang memakai kata-kata saat menceriterakan pengalaman kita, tetapi kita dapat bersaksi lewat pengalaman hidup sehingga mereka dapat melihat diri Kristus di dalam diri kita.

Seperti tanaman yang baru tumbuh ke permukaan tanah untuk menerima sinar matahari, kita pun memohon agar Allah menguatkan dan memberi semangat kepada kita untuk menghadapi apa pun yang terjadi di hadapan kita. Dengan cara inilah, Allah memakai kita untuk menghasilkan buah rohani demi kemuliaan kerajaan-Nya.

Pokok pikiran:

Allah menolong kita bertumbah agar kita dapat menghasilkan buah rohani.

Jakarta. 11 September 2012

Sugeng Meijanto Poerba, S.H., M.H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s