“HARI DEMI HARI”

POKOK ANGGUR YANG BENAR

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.  Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

PERINTAH SUPAYA SALING MENGASIHI

“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.  Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

“HARI DEMI HARI”

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita (Efesus 3:20)

RENUNGAN :

pernah kudengan cerita  ada seseorang yang menerima telepon, telpepon  yang diterimanya  bagai halilintar di siang bolong, suara itu dengan jelas memberitahu bahwa sel kanker telah menyerang tulangnya.  Sesaat setelah meredakan ketakutan, terpikir olehnya untuk berdoa, lalu dia teringat perkataan Tuhan, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu”, [Matius 7:7]. Saat tengah bertanya-tanya bagaimana berdoa, firman ‘Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” [Yohanes 15:4] juga terbersit dalam benaknya.

Kita tidak selalu harus memohon kepada Allah. Namun, kita selalu dapat datang ke hadirat-Nya dengan penuh rasa syukur dan mendengar firman-Nya yang luar biasa tentang kasih, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau” [Yesaya 41:10]. Allah mungkin tidak mengabulkan persis seperti yang kita mohon, tetapi Dia akan menjawab kita dengan kasih. Misteri dan keagungan Allah tak terengkuh oleh pemahamam kita. Tiap hari adalah karunia Allah, dan yang terbaik akan segera terjadi.

Entah kita hanya memiliki satu hari atau 10 tahun lagi untuk hidup bersama keluarga dan teman-teman, kasih Allah akan meneguhkan dan memberkati kita. Dia bekerja dalam kita “melakukan jauh lebih banyak dari pada apa yang kita doakan atau pikirkan” [Efesus 3:20]. Dia mengingat kebenaran tersebut hari demi hari.

Doa:

Allah Pengasih Mahakudus, angkatlah setiap kepedihanku dan berkatilah aku dengan kasih-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Pokok pikiran:

Allah mendengar doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh

Jakarta, 14 September 2012

Sugeng Meijanto Poerba, S.H., M.H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s