BIARLAH TUHAN YANG JADI HAKIM DAN PENGACARA KU

Ya Tuhan ……….,

Buanglah keinginan untuk membalas dendam
dari dalam diriku, baik melalui perkataan maupun perbuatan,
karena pembalasan dendam adalah hakMu, bukan hakku.

Engkau sendirilah yang merupakan hakim dan pengacaraku,
dan aku mempercayai Engkau untuk membelaku.
Aku tidak akan mengalahkan kejahatan dengan kejahatan,
tetapi dengan kebaikan.

Kerinduan hatiku adalah untuk belajar bagaimana
mengatasi amarahku, dan tidak berbuat dosa.
Kendalikanlah tindakan-tindakanku sehingga
aku bisa menjadi orang yang cepat untuk mendengar,
tetapi lambat untuk berkata-kata dan lambat untuk marah.
 
Ajarlah aku untuk berkata – kata dengan lemah lembut,
yang akan meredakan kegeraman dan bukan membangkitkannya.
Tolonglah agar aku tidak membenarkan kemarahanku dengan
alasan “marah untuk kebaikan”, dan berikan kepadaku pengertian
untuk membedakan kedua hal itu.

Tuhan pemilik  surgawi,
sesungguhnya aku adalah anak yang patut dimurkai,
aku layak menerima penghukumanMu.
Aku memiliki banyak kekurangan dan melakukan banyak kesalahan,
namun karena kasih dan kemurahanMu, Engkau mengampuni aku.

Engkau  mengangkatku menjadi anakMu dan memberikan
kepadaku keselamatan yang kekal.
Engkau menunjukkan kekayaan kasih karuniaMu
yang melimpah-limpah kepadaku.

Terima kasih Tuhan karena Engkau menyirami aku
dengan kasih dan kemurahanMu.
Biarlah aku menanggapinya dengan kebaikan,
kelemahlembutan, dan pengampunan seperti
yang telah Engkau tunjukkan kepadaku.

Rabu, 3 Juli 2012.

Sugeng Meijanto Poerba, S.H., M.H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s