Ajari Aku Untuk Memaknai Persahabatan

Di dalam pergaulan kami dengan sesama,
ajarlah kami untuk tidak menilai orang
dari harta yang ia punya,
kepintaran, maupun kedudukan sosialnya;
dan tidak memandang negatif
pada pekerjaan atau pelayanannya,
sebaliknya ajar kami untuk menerima siapapun
orang-orang yang Kau perkenankan menjadi
bagian dari hidup kami tanpa melihat
hal-hal yang oleh dunia ini dianggap penting.
Harta, akal budi dan pengetahuan,

ketenaran dan kedudukan
dapat lenyap dengan berlalunya waktu,
namun nilai-nilai kekal tak akan pernah hilang.
Selamanya akan abadi,
dan itulah yang jauh lebih terpenting
dari semua hal yang bersifat duniawi.Tolong kami ya Tuhan,

agar kami dapat menjalin persahabatan
dengan siapapun juga, dan berusaha untuk
menjadi sahabat yang baik bagi teman-teman kami,
sahabat yang ada baik saat suka maupun duka,
dan dapat menjadi saudara pada saat kesukaran menghadang, 
melihat secara positif pelayannya, 
menjadi berkat bagi sesama. 

Jangan biarkan kami menghakimi sesama kami,
karena siapakah kami ini,
yang adalah manusia ciptaanMu,
bukanlah hak kami untuk menghakimi sesama kami,
itu ada dalam kedaulatanMu Tuhan.
Bimbing kami

agar kami dapat membina persahabatan yang telah terjalin,
sehingga dapat semakin erat,
dimana satu dengan yang lainnya 
dapat saling membangun,
saling tolong menolong,
dan bersama-sama bertumbuh
dan menghasilkan buah-buah rohani.Sekalipun ini tidak mudah,

karena terkadang ada gesekan-gesekan dalam persahabatan,
ada saat kami bisa merasa kesal dan marah
karena perbedaan pendapat, dikhianati, dikecewakan,
dan  hal-hal lainnya,
namun kami percaya dengan pertolonganMu,
melupakan setiap perbedaan kami, 
untuk saling mengampuni dan memaafkan, 
kami akan dimampukan untuk menjalin persahabatan yang erat,
yang menyenangkan hatiMu.Saat kami menghadapi gesekan-gesekan ini,
tolong kami untuk menganggap hal ini

menjadi semacam ujian bagi persahabatan kami,
di mana jika kami berhasil melaluinya,
kami akan naik ke tingkat yang lebih tinggi,
ke dalam persahabatan yang lebih kokoh.
Jakarta, 21 Februari 2012
Sugeng Meijanto Poerba, S.H., M.H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s