METODE PENELITIAN HUKUM (Ringkasan Pembuatan/Penulisan Hukum)

I. PERUMUSAN JUDUL .

Dalam perumusan judul penelitian harus disesuaikan dengan tipe, atau ujuanpenelitian yang hendak dilakukan. Dalam hal ini perlu diperhatikan variable yang digunakan dalam penelitian ini, baik independent variable maupun dependen variable.

II. Menyusun Latar Belakang Penelitian.

Dalam menyusun latar belakang penelitian, mencakup pokok-pokok sebagai berikut:

1. Ke adaaan di mana diduga masalah yang diteliti timbul;

2. Alasan-alasan mengapa penelitian terhadap masalah tersebut dilakukan;

3. Hal-hal yang telah atau belum diketahui;

4. Pentingnya penelitian tersebut dilakukan, baik secara teori dan/atau praktis;

5. Dilakukan untuk mengisi kekosongan yang ada.

III. Perumusan Masalah Dan Tujuan Penelitian.

Permaslahan adalah suatu proses yang mengalami halangan dalam mencapai tujuan, bisanya halangan tersebutlah yang hendak akan diatasi dan hal tersebut yang antara lain menjadi tujuan penelitian.

Dalam merumuskan masalah sedapat mungkin :

1. Harus menguasai teori-teori ilmu hukum;

2. Dapat menentukan kekurangan-kekurangan dalam teori tersebut;

3. Harus merasakan ketidak setujuan atau ketidak puasan terhadap teori tersebut;

Dalam menentukan masalah hendaknya memperhatikan :

1. Apakah masalah tersebut bermanfaat untuk dipecahkan;

2. Apakah sesuai dengan kerangka penelitian yang akan ditetapkan;

3. Apakah memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah;

4. Apakah metode dan tehnik yang dipilih akan membantu memecahkan masalah tersebut.

IV. Sumber-sumber Permasalahan :

a. Pengalaman pribadi;

b. Bahan pustaka;

c. Diskusi kalangan hukum;

d. Politik hukum pemerintahan, antara lain : dapat diketahui dari program pembangunan hukum.

Kriteria memilih masalah, mencakup :

• perhatian pribadi peneliti;

• kegunaan peneltian;

• kemampuan peneliti untuk melakukannya;

• mengikuti kemauan sponsor untuk tujuan itu.

Merumuskan tujuan Penelitian :

Tujuan penelitian dirumuskan sesuai dengan judul dan latar belakang masalah. Tujuan ini dirumuskan secara deklaratif.

Menyusun Kekarangka Teori :

• merupakan kesimpulan induktif yang mengeneralisir hubungan antara fakta-fakta;

• dapat berfungsi sebagai pendorong proses berpikir deduktif yang bergerak dari alam avstrak kea lam kongkret;

• Fungsi deduktif lain, memberi prediksi atau ramalan sebelumnya kepada sipeneliti mengenai fakta yang akan terjadi.

Kerangka teoriis membantu si peneliti dalam penentuan tujuan dan arah penelitiannya dan didalam memilih konsep-konsep yang tepat guna pembentukan hipotesis-hipotesisnya.

Teori bukanlah pengetahuan yang sudah pasti, akan tetapi harus dianggap sebagai petunjuk hipotesis.

Kerangkap Konsepsional :

Konsep merupakan unsur pokok dari suatu penelitian. Hal ini perlu dilakukan agar persoalnya tidak menjadi kabur.

Perumusan Hipotesis :

Hipotesis nerasal dari kata Hypo yang berarti “sebelum” dan “dalil”. Jadi dalil yang dianggap sebelum menjadi dalil yang sesungguhnya.

Hipotesis Kerja :

Adalah merumuskan sesuatu tanggapan mengenai arah penelitian dan bukan mengenai hasilnya penelitian.

Hipotesis Penguji :

Adalah suatu tanggapam yang kita sangka mungkin memberi jawaban yang tetapt mengenai perseoalan tertentu. Dan kita menentukan langkah-langkah yang dapat diambil.

Hipotesis dapat diambil dari 3 sumber, yakni :

1. pengalaman, pengamatan dan dugaan sipeneliti;

2. hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya;

3. Teori yang sudah terbentuk

V. Alat Pengumpul Data.

Ada 3 alat pengumpul data :

1. Studi dokumen (pustaka);

2. Metode pengamatan (observasi);

3. Metode wawaqncara.

VI. Kegunaan Penelitian Hukum .

Terutama ditujukan dalam rangka pembaharuan dan pembinaan hukum nasional; dan disamping itu juga keperluan praktisi terutama untuk pemutusan perkara atau kegunaan lainnya.

VII. TIPE PENELITIAN HUKUM MENURUT TUJUANNYA.

1. Inventarisasi Hukum Positif;

Sebagai kegiatan pendahuluan terhadap kegiatan penetian lainnya. Inventarisasi sebagai penelitian :

a. dilakukan melalui proses identifikasi yang kritis analisis;

b. proses klasifikasi secara logis dan sistematis.

2. Penelitian untuk menemukan Asas Hukum dan Doktrin Hukum.

Penelitian ini sering juga disebaut sebagai penelitian doktriner (doctrinal research). Penelitian terhadap asas hukum dapat dilakukan baik terhadap hukum positif tertulis, maupun terhadap hukum positif yang tidak tertulis.

3. Menemukan Hukum Untuk Suatu Perkara (In Concreto).

Penelitian dimaksudkan untuk menemukan apakah hukumnya yang layak diterapkan secara kongkret untuk menyelesaikan suatu perkara tertentu;

Dalam penelitian ini juga mensyaratkan kelengkapan suatu inventarisasi hukum positif yang berlaku secara abstrak (mengharuskan koleksi undang-undang).

Prosesnya, norma hukum yang abstrak ini dijadikan sebagai premis mayor; sedangkan faktanya atau kasusnya yang relevan dijadikan sebagai premis minor.

4. Penelitian Tentang Sistematika Peraturan Perundang-Undangan.

Penelitian dilakukan thp ketentuan hukum yang mengatur bidang bidang tertentu, atau beberapa bidang yang berkaitan.

Analisis dilakukan untuk mengelompokan ke dalam kategori tertentu atas dasar pengertian dari system hukum tersebut, misalnya mencakup :

a. subjek hukum;

b. hak dan kewajiban;

c. peristiwa hukum;

d. hubungan hukum;

e. objek hukum dll.

5. Penelitian Hukum Terhadap Sinkronisasi Dari Suatu Peraturan Perundang-Undangan.

Penelitian ini dilakukan untuk melihat adanya sinkronisasi atau insinkronisasi (ketidak sesuaian).

Dalam penelitan ini perlu dipahami azas-azas hukum yang berlaku.

6. Penelitan Hukum Berupa Penelitian Sejarah Hukum.

Penelitian terhadap kronologi peristiwa-peristiwa hukum pada masa lamapau, yang menyebabkan terjadinya gejala hukum tertentu, akibatnya, dan seterusnya hingga kini.

Pada sejarah hukum hal yang penting adalah gejala-gejala hukum yang unik dalam proses kronologis, serta sebab-sebab timbul gejala-gejala.

7. Penelitian Hukum Perbandingan Hukum.

Penelitian ini dapat ditinjau berdasarkan ilmu perbandingan hukum. Hal dapat dilakukan dengan negara yang satu dengan negara yang lain, atau system hukum yang ada dalam negara tertentu yang mempunyai perbedaan.

8. Penelitian Hukum Empiris (nondoktriner).

Penelitian ini menyangkut interrelasi antara hukum dengan lembaga-lembaga sosial yang lain.. Dalam hal ini dikonsepkan sebagai gejala-gejala sosial atau institusi soaial yang berkaitan dengan variable-variabel sosial lainnya.

VIII. Mengidentifikasikan Fakta Hukum Dan Menetapkan Isu Hukum.

Untuk Keperluan Praktik Hukum :

Hal ini diperlukan untukmenghasilkan argumentasi hukum untuk dituangkan kedalam : legal memorandum(sesame ahli hukum);legalopinion (untuk keperluan klien);eksepsi, pleidoi, replik/duplik (untuk beracara dipengadilan).

Untuk keperluan ini, penelitian dilakukan untuk mengidentifikasikan fakta hukum dan mengeliminir hal-hal yang tidak relevan, atau mana yang disebut dengan fakta hukum atau pendapat klien.

Dari sini diperlukan kejian peneliti untuk memisahkan fakta hukum dan non hukum, karena akan menghasilkan isu hukum yang tepat untuk dipecahkan.

Untuk Keperluan Akademis.Pada penelitian ini besikap netral.karena ditujukan untuk karya akademis, mis Makalah, Skripsi, Tesis dan diseratasi.

One response to “METODE PENELITIAN HUKUM (Ringkasan Pembuatan/Penulisan Hukum)

  1. thanksss ,,,, materi yang sangat membantu kami dalam mengkaji tentang metode penulisan dan hal apa saja kerangka pikir ajuan tuk bahan laporan hasil taw skripsi nantinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s