PANDANGAN MAJELIS PERWAKILAN TINGGI (HOUSE OF LORD)

TSAKIROGLOU & CO.LTD melawan NOBLEE THORL G.M.B.H

 Majelis Perwakilan Tinggi

(1962) AC 93

 Melalui kontrak yang ditulis di Hamburg, 4 Oktober 1956 antara Tsakiroglou & Co.Ltd Khartoum sebagai penjual, dan responden Nobl Thorl G.m.b.h. Hamburg sebagai pembeli, melalui agen, penjual setuju untuk menjual dan pembeli setuju membeli sekitar 300 ton kacang tanah Sudan yang sudah dikuliti dasarnya 3 per sen, campuran panen baru 1956/1957 untuk 50 per 1000 kilo termasuk bungkusnya c.i.f Hamburg. Pengiriman dilakukan November/Desember 1956, dengan pembayaran secara tunai sesuai dengan dokumen awal bagi 95 per sen jumlah faktur tambahan, seimbang dengan yang dibayar setelah analisa atas faktur terakhir. Bentuk kontrak telah sesuai dengan peraturan Asosiasi Perseroan Terbatas Minyak Biji No.38 Incorporated Oil Seed Association (IOSA) (biasanya disebut dengan “Perjanjian IOSA No.38” dengan arbitrasi di London, dan kontrak ditandatangani oleh agen Hamburg. Pasal 1 IOSA Perjanjian No.38 menyatakan bahwa “Pengiriman dari pelabuhan Afrika Timur…dengan kapal api atau kapal uap (tidak termasuk tanker) langsung atau tidak langsung dengan atau tanpa trans pengiriman”. Hal tersebut ditemukan sebagai fakta dalam kasus yang telah dinyatakan bahwa kedua belah pihak yang berjanji atas dasar bahwa barang akan dikirimkan dari Pelabuhan Sudan. Pasal 6 Perjanjian menyatakan bahwa: “Dalam hal larangan import atau ekspor, blokade atau perang, wabah atau pemogokan, dan dalam semua kasus force majour yang mencegah pengiriman dalam waktu yang telah ditentukan, atau pengiriman, periode yang dibolehkan untuk melakukan pengapalan atau pengiriman dapat diperpanjang dengan tidak lebih dari 2 (dua) bulan. Jika setelah itu, kasus force majoure masih berlangsung, maka kontrak dapat dibatalkan.”

Pada tanggal 29 Oktober 1956, Israel menyerang Mesir, pada 1 November Inggris dan Perancis memulai operasi militer, dan pada 2 November Terusan Suez telah di blokade untuk pengiriman dan masih di blokade sampai 9 April 1957.

Tidak ada barang yang dikirim sesuai dengan kontrak, penjual mengklaim bahwa mereka telah dicegah untuk melakukan pengiriman dengan adanya kejadian di Timur Tengah.

Ketika kontrak 4 Oktober 1956, situasi telah kembali normal dan rute biasa untuk pengiriman kacang tanah Sudan melalui Pelabuhan Sudan ke Hamburg melalui Terusan Suez dapat dilakukan. Setelah penutupan Terusan Suez, jalur yang tercepat dan rute yang paling praktis adalah melalui Tanjung Harapan. Melalui rute laut dengan Terusan Suez menuju Hamburg jaraknya sekitar 4.386 mil, setelah penutupan Terusan Suez, jalur yang tercepat dan rute yang paling praktis adalah melalui Tanjung Harapan. sedangkan melalui Tanjung Harapan jaraknya menjadi sejauh 11.137 mil.

Sejak 10 November 1956, 25 per sen tambahan biaya pengangkutan telah dikenakan pada barang yang dikirimkan pada kapal yang melalui Tanjung Harapan dan harga tersebut telah meningkat 100 per sen pada tanggal 13 Desember 1956.

Penjual mengklaim bahwa kontrak berakhir karena penutupan Terusan Suez tidak diterima oleh pembeli.

Dalam proses arbitrase, arbiter, memberikan anjuran pada 20 Februari 1957, didalam anjuran dikatakan bahwa penjual ada dalam kelalaian dan harus membayar pada pembeli sejumlah kerusakan sebesar 5.625 bersama dengan biaya sebesar 7.915 yang telah diberikan. Penjual merasa kecewa dengan anjuran ini, dan penjual naik banding dan pengadilan tingkat banding menetapkan tanggal 28 Januari 1958 untuk mendengarkan permohonan banding tersebut, banding ditolak dan diputusakan untuk menjalankan anjuran arbiter.

Berikut ini adalah fakta relevan yang telah ditemukan: 1) Kacang Tanah Sudan dipanen pada akhir bulan Oktober atau awal November dan pelabuhan yang biasa untuk pengiriman seperti kacang tanah adalah Pelabuhan Sudan. Semua kacang tanah yang di ekspor dari Sudan ke Eropa telah dikirim dari Pelabuhan Sudan menuju Hamburg melalui Terusan Suez. Menjadi tidak biasa dan sangat jarang untuk pengiriman kacang tanah Sudan yang dikirim dari Pelabuhan Sudan ke Eropa melalui Tanjung Harapan sepanjang Terusan Suez dibuka.

Paragraf 6. Penutupan Terusan Suez mencegah perjanjian pengiriman barang dari Pelabuhan Sudan ke Hamburg melalui Terusan Suez dan ketidakmungkinan pengiriman dengan rute tersebut berlanjut sampai dengan April 1957. Penjual dapat mengirimkan barang dari Pelabuhan Sudan ke Hamburg melalui Terusan Suez dengan jarakan sekitar 4.386 mil dan jarak dari Pelabuhan Sudan ke Hamburg melalai Tanjung Harapan sekitar 11.137 mil. Jarak dari Pelabuhan Sudan ke Terusan Suez adalah 694 mil. (8) Biaya pengangkutan pada waktu kontrak pengiriman kacang tanah dari Pelabuhan Sudan ke Hamburg melalui Terusan Suez adalah 710 per ton. Setelah penutupan Terusan Suez Pelabuhan Sudan – Inggris. Konferensi menjatuhkan biaya tambahan untuk pengiriman barang dengan kapal melalui Tanjung Harapan, yakni, sebagaimana sejak 10 November 1956, sebesar 25 per sen., dan sejak 13 Desember 1956, 100 per sen. Paragraf 10: ” Pada waktu kontrak telah dibuat kedua belah pihak telah membayangkan bahwa pengiriman barang akan dilakukan melalui Terusan Suez. ”

Pengadilan banding memutuskan dengann ketentuann sebagai berikut:

”Sejauh pertanyaan mengenai fakta yang kami temukan dan sejauh pertanyaan tentang hukum yang kami pegang:

a. Terdapat permusuhan tetapi bukan perang di Mesir pada saat itu.

b. Baik perang ataupun force majour telah mencegah pengiriman barang sepanjang waktu yang telah diperjanjikan jika kata ”pengiriman” berarti menempatkan barang di atas kapal yang ditujukan ke Pelabuhan Hamburg.

c. Jika kata ”pengiriman” meliputi tidak hanya menempatkan barang yang telah diperjanjikan di atas kapal tapi juga transportasi barang ke tempat tujuan kemudian pengiriman melalui Terusan Suez telah dicegah sepanjang waktu kontrak pengiriman dengan alasan force majoure tetapi pengiriman melalui Tanjung Harapan tidak dicegah.

d. Hal tersebut bukanlah istilah yang dimaksud dalam kontrak bahwa pengiriman atau transportasi dilakukan melalui Terusan Suez.

e. Pelaksanaan kontrak dengan mengirim barang di atas kapal dengan rute melalui Tanjung Harapan tidaklah komersial atau secara mendasar berbeda dengan pengiriman barang di atas kapal melalui rute Terusan Suez.

Viscount Simonds: ………….Saya menemukan dua pertanyaan yang berkaitan: (1) Apa yang dimaksudkan dalam perjanjian? Dengan kata lain, apakah istilah tersebut termasuk bahwa barang akan diangkut dengan rute tertentu/khusus? (2) Apakah kontrak telah diakhiri?

Tepat sekali untuk menguji satu persatu, pertanyaan pertama, melalui jawaban yang tidak meyakinkan. Hal ini tampak bagi saya bahwa hal tersebut tidak secara otomatis mengikuti, karena satu istilah kontrak, sebagai contoh, bahwa barang akan diangkut melalui rute tertentu, merupakan pelaksanaan yang tidak masuk akal, dengan demikian secara keseluruhan kontrak dibatalkan. Baik apakah hal tersebut diikuti atau tidak, karena sebuah istilah tidak dibangun untuk mencakup semuanya, bahwa kontrak tidak bisa diakhiri melalui kejadian-kejadian. Dalam kasus singkat, sebagai contoh, ketidakmungkinan rute melalui Terusan Suez, hal itu jika diasumsikan sebagai kewajiban kontraktual secara penuh , tidak akan mungkin diucapkan pemutusan kontrak.

Namun hal tersebut ditempatkan sebagai alasan utama saat naik banding bahwa kontrak adalah kontrak untuk pengiriman barang melalui Terusan Suez. Anggapan ini hanya berlaku jika ketentuan/istilah mencakup semuanya/keseluruhan. Dalam hal ini saya melihat tidak ada dasarnya….Adanya bermacam-macam anggapan harus dibaca menjadi kontrak dengan implikasi kata ”dengan rute biasa dan normal” dan bahwa, seperti hanya rute biasa dan normal pada waktu kontrak melalui Terusan Suez, kewajiban yang telah diperjanjikan adalah untuk mengangkut barang melalui Terusan Suez. Anggapan ini telah menggambarkan sedikit berbeda. Saya melihat sedikit dasar dengan implikasinya. Dalam hal ini Saya setuju dengan Harman L.J. (pada Pengadilan Banding) hal ini tampak bagi saya bahwa secara tepat dan pembeli memiliki maksud yang sama dan telah menyetujui hal tersebut, bahwa jika rute melalui Terusan Suez menjadi tidak mungkin, maka barang tidak dikirimkan semua. Seperti kebanyakan pembeli agaknya menginginkan barang dan harga yang baik untuk menjual kembali barang tersebut, asumsi keseluruhan yang muncul tidak adil. Ongkos pengangkutan dapat menjadi tinggi atau turun. Jika para pihak tidak secara spesifik melindungi diri mereka sendiri melawan perubahan, kerugian hal tersebut akan muncul.

Untuk rencana umum bahwa dalam kewajiban kontrak a.c.i.f, tidak adanya pernyataan istilah, adalah untuk mengikuti kebiasaan atau rute biasa, dalam hal terdapat ketidakhadiran yang signifikan.Yang mengajukan banding menyatakan bagian istilah di dalam kontrak biasa atau rute normal harus diikuti. ”Saya tidak dapat menerima rencana umum tanpa beberapa kulifikasi”.

Dalam hal tertentu, sejak saat ini, dalam setiap kasus, jelas bahwa hal ini bukan masalah waktu kontrak tetapi waktu melaksanakan itu menentukan apa yang dimaksud dengan biasa, alasan harus dikualifikasikan dengan menambahkan beberapa kata tertentu sebagai ”sekurang-kurangnya waktu pelaksanaan tidak biasa atau rute tidak normal”. Jika kata-kata tersebut ada secara penuh, pertanyaan yang muncul: ”Kemudian apa?” Jawabannya tergantung pada kondisi setiap kasus. Hal ini membimbing saya secara langsung pada Pasal 32 ayat (2) UU Penjualan Barang 1893, yang menyatakan bahwa ”Sekurang-kurangnya kewenangan pembeli sebaliknya, penjual harus membuat kontrak tertentu dengan pengangkut atas nama pembeli sebagaimana mungkin mendapat pengakuan untuk barang alami dan situasi kondisi lainnya. ”Jika disana tidak terdapat rute biasa, maka rute yang harus dipilih adalah yang paling mungkin. Jika hanya ada satu rute, maka rute tersebut harus diambil jika hal tersebut dapat dilaksanakan.

Sekarang saya untuk tahu alasan utama naik banding: bahwa kontrak telah diakhiri dengan penutupan Terusan Suez pada tanggal 2 November 1956, sampai dengan April 1957. Hal tersebut tidak terdapat dalam putusan oleh Mc. Nai J dalam kasus Green saya tidak harus mengajarkan pendirian yang beralasan dan Saya harus mengatakan dengan rasa hormat yang dalam untuk mempelajari putusan hakim bahwa saya tidak berfikir bahwa dia telah memberikan putusan lama yang sangat lengkap dan baru atas doktrin pemutusan dalam Majelis.Dia secara tepat telah memegang kewenangan Perusahaan Reardon Smith Line melawan Black Sea dan Baltic General Insurance Co.Ltd. bahwa sebuah kontrak, dinyatakan secara tegas atau dengan implikasi yang pasti, menyatakan bahwa pelaksanaaan, atau pelaksanaan bagian tertentu (khusus), adalah untuk mengangkut keluar dalam sebuah tindakan biasa, bagian dari pelaksanaan keluar adalah sebuah tindakan yang biasanya pada waktu ketika pelaksanaan adalah disebutkan. Tapi dia menyimpulkan bahwa kelanjutan adanya rute Terusan Suez adalah asumsi mendasar pada saat kontrak dibuat dan bahwa untuk menjatuhkan atas kewajiban penjual untuk mengirim dengan rute darurat melalui Tanjung Harapan akan menjatuhkan atas mereka kewajiban mendasar yang berbeda yang tidak hanya pihak pada waktu ketika kontrak dibayangkan pelaksanaannya bahwa penjual akan disyaratkan untuk melaksanakan. Yang Mulia akan menyelidiki bagaimana kemiripan argumen tersebut untuk mendukung akibat dari istilah bahwa rute harus melalui Terusan Suez dan bukan yang lainnya. Saya tidak melihat pembenaran untuk hal tersebut. Kami peduli dengan kontrak c.i.f untuk penjualan barang, bukan kontrak affreighment. Kiriman berisi kacang dimana kacang harus dikirim pada bulan November atau Desember. Dalam hal ini tidak ada bukti, Saya menyarankan tidak ada, bahwa kacang dapat memburuk karena perjalanan yang lama dan melintasi dobel Equator, juga bukan alasan bahwa hal tersebut untuk pasar musiman. Dengan satu kata, tidak ada bukti bahwa pembeli peduli dengan rute apa, atau dalam waktu yang telah ditentukan, ketika kacang sampai. Apa, kemudian, penjual?

Saya memanggil kembali pengangkut terkenal dalam pidato Yang Mulia Atkinson dalam kasus Johnson melawan Taylor Bros& Co.Ltd. Dimana dia menyatakan kewajiban penjual barang dibawah kontrak a.c.i.f, dan bertanya kewajiban ini (menggunakan istilah Mac Nair JS) ”secara mendasar” diubah dengan perubahan rute. Secara jelas kontrak pengangkutan akan berbeda dan mungkin mendapat asuransi. Dengan menghormati keduanya penjual dapat menempatkan biaya tertinggi: keuntungan mereka dapat dikurangi atau bahkan tidak mendapat untung. Tetapi hal ini sulit, membutuhkan penegasan kembali bahwa meningkatnya biaya bukan pemutusan kelompok…Saya berspekulasi untuk mengatakan apa yang telah saya katakan sebelum saya: bahwa doktrin pemutusan harus diterapkan dalam batas yang sangat sempit. Menurut pendapat saya kasus ini jauh dari memuaskan kondisi yang memungkinkan. Menurut pendapat saya pembanding harus dibebaskan dari biaya-biaya.

Yang Mulia Reid (Lord Reid)….Majelis tingkat banding tidak memberikan alasan bahwa hal tersebut meningkatkan ongkos pengiriman yang dapat dibayar oleh pembanding telah cukup untuk memutuskan kontrak dan Saya tidak membutuhkan, oleh karena itu pertimbangan apa hasil yang mungkin didapat jika meningkatkan tujuan dan bilangan astronomi. Rute melalui Tanjung Harapan tentu dapat dilaksanakan. Hal tersebut memungkinkan, dalam penemuan kasus ini, tidak ada keberatan untuk biaya yang lebih dan hal tersebut tidak dikecualikan oleh kontrak . Dimana, kemudian, apakah ada dasar untuk pemutusan kontrak?

Hal tersebut tampak bagi saya bahwa cara yang mungkin untuk mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa kontrak diputuskan atas konnsentrasi pada perubahan alami perjalanan. Saya tidak bermaksud menghakimi apakah, mencari bahan dari sudut pandang kapal yang memiliki rute dari Pelabuhan Sudan telah diubah dari Terusan suez ke Tanjung Harapan, perbedaan secara radikal sampai melibatkan seperti pemutusan kontrak dan saya menyatakan tidak berpendapat tentang hal tersebut. Sebagaimana yang saya pahami alasan tersebut telah didasarkan pada asumsi bahwa perjalanan merupakan tindakan pelaksanaan kewajiban penjual dan bahwa hal alami tersebut adalah pokok. Saya tidak berfikir begitu. Apa yang penjual telah lakukan adalah merupakan hal yang sederhana untuk mendapatkan sebuah kapal dengan apakah dapat dilakukan dan sekarang rute yang masuk akal –jika mungkin sebelumnya sebuah rute biasa- untuk membayar ongkos angkut dan memenuhi kelayakan bill of lading (dokumen yang memuat secara rinci kargo sebuah kapal), dan untuk menyiapkan dokumen tertentu untuk pembeli.

Hal tersebut adalah tindakan dalam memenuhi kewajiban mereka, dan sebagai alasan, yang saya telah berikan, Saya fikir bahwa perubahan tertentu dalam hal sebagaimana memungkinkan jauh dari pembenaran singkat penemuan pemutusan kontrak. Saya setuju bahwa pembanding tidak menyangkal ketentuan Pasal 6 kontrak sesuai pencegahan pengiriman. Oleh karena itu saya setuju bahwa banding ini harus ditolak.

Saya berharap menambahkan sedikit kata tentang penemuan dalam kasus bahwa pelaksanaan dengan mengirimkan melalui Tanjung Harapan”tidak komersial atau secara mendasar berbeda” dari pelaksanaan pengiriman melalui Terusan Suez. Hal ini tidak dapat dimaksudkan untuk mengartikan bahwa hal ini tidak terdapat perbedaan secara komersial maupun perbedaan secara mendasar. Secara sederhana terdapat perbedaan komersial antara membayar ongkos angkut 7 10 dan membayar 15 per ton. Hal ini perlu diartikan bahwa pelaksanaan tidak berbeda secara mendasar dalam perdagangan. Tetapi semua kontrak perdagangan harus menginterpertasikan pertimbangan dagang yang tidak jelas.

Saya tidak dapat membayangkan kasus perdagangan dimana hal tersebut akan tepat untuk memegang bahwa pelaksanaan adalah berbeda secara mendasar sesuai dengan hukum bukan dalam dunia perdagangan. Yang mana salah satu tugas pertanyaan utama adalah apakah cara baru pelaksaaan yang berbeda secara mendasar termasuk dalam perubahan rute -penundaaan, risiko barang, biaya, dll. adalah fakta yang secara khusus didapatkan oleh arbiter sungguh tepat. Tapi untuk kesimpulan ditarik atas konsideran harus dari faktor yang relevan, dalam padangan saya, yang menjadi masalah hukum –apakah ada atau tidak ada pemutusan kontrak.

Yang Mulia Radcliffer (Lord Radcliffer): Yang Mulia, saya fikir bahwa untuk mengatasi masalah ini tergantung pada poin singkat. Masalah sesungguhnya, sebagaimana yang saya lihat, adalah menentukan bagaimana untuk mendefinisikan kewajiban pembanding, penjual, di dalam kontrak penjualan 4 Oktober 1956, sejauh hal ini berkaitan dengan pengiriman barang penjualan dan ketentuan dokumen pengiriman. Sekali ditentukan apa definisi seharusnya, maka tidak banyak kesulitan yang akan muncul apakah mengenai konsekuensi hukum yang harus diikuti, mengacu pada fakta yang ditemukan bagi kita dengan kasus-kasus khusus/tertentu.

Hal ini adalah penjualan barang dengan istilah c.i.f.. Penjualan tertentu melibatkan macam-macam kewajiban, keduanya baik tertulis di dalam kontrak itu sendir dan yang disediakan oleh hukum sebagai implikasi untuk keefektifan bisnis transaksi. Hanya sektor kewajiban itu adalah yang relevan untuk tujuan kasus ini adalah kewajiban penjual ”untuk mendapatkan sebuah kontrak pengangkutan atas barang yang akan dikirim ke tujuan yang telah difikirkan dalam kontrak.” (lihat Biddel Brothers melawan E. Clement Horst Co.per Hamilton J). Bahkan dalam sektor ini, bagaimanapun disana terdapat kesenjangan antara hukum dan yang kenyataannya”, sebagai contoh, apakah bentuk kontrak pengangkutan dibutuhkan dalam transaski, dan apakah rute-rute yang dibolehkan untuk kapal pengangkut yang dipilih? Dalam kasus sekarang tidak ada bentuk bill of lading, yang bukan menjadi bukti untuk menanyakan rute. Kontrak yang ditulis tidak mengatur tentang kondisi ini, ini hanyalah syarat bahwa pengiriman menjadi dari Pelabuhan Afrika Timur, dengan kita bertanya Pelabuhan Sudan dan untuk pihak terakhir dalam nyatanya Pelabuhan Sudan. Jadi penjual mulai di Pelabuhan Sudan dan berakhir di Hamburg. Kewajiban utama didalam bagian kontrak ini adalah untuk pengiriman kacang tanah dengan laut dari satu pelabuhan ke tujuan lainnya.

Sekarang dalam kondisi saat ini dimana pembanding didalam kewajiban untuk mendapatkan bill of lading untuk pengiriman barang melaui rute Tanjung Harapan, Terusan Suez tidak tersedia? Hal tersebut tergantung pada bagaimana kewajiban mereka didefinisikan. Hal ini telah dikatakan mereka bahwa kewajiban pengiriman adalah sebuah kewajiban untuk mengirim dengan “rute biasa atau normal”. Sebuah rute yang dapat disetujui seperti itu ditetapkan dan dilaksanakan di dalam praktek. Ketentuan kekurangan dinyatakan pada poin dengan istilah di dalam kontrak, bahwa, menurut pendapat saya, sebuah pernyataan umum yang benar adalah apa yang hukum tetapkan; tetapi saya tidak dapat menerima rencana lebih lanjut yang pembanding syaratkan, memberi nama rute yang ada pada waktu pembuatan kontrak, keseluruhan kewajiban penjual dengan mengacu untuk pengiriman berisi kata “rute biasa atau normal”.

Menurut pendapat saya dalam hal tersebut tidak ada kekuatan dalam mengenalkan formula “rute biasa atau normal” untuk menggambarkan ketentuan penuh secara hukum. Hal ini hanya tepat karena kasus ini adalah kondisi khusus, dapat dites apakah mungkin untuk ditetapkan pada penjual untuk keluar dari ketidaksempurnaan bentuk kontrak menjadi sesuatu, seperti lelaki berdagang, pihak yang disangka memiliki maksud. Kitab hukum dagang telah membangun secara luas dengan menyediakan dari kebiasaan perdagangan secara umum apakah maksud para pihak tidak dinyatakan. Hal ini mungkin pertama untuk meyakinkan apakah tujuan alamiah petualangan perdagangan itu adalah subjek kontrak; bahwa dipastikan, hal tersebut di masa yang akan datang akan menjadi pertanyaan apakah dalam skope ini istilah pentingnya, selama tidak dinyatakan, harus secara penuh agar dalam membuat kontrak baik sebagai instrumen bisnis. Rencana dasar dengan demikian berdasar Brett MR in Sanders melawan Mc. Lean. Ketentuan yang ditentukan dalam kontrak dagang selalu para pihak melakukan tindakan yang beralasan perdagangan.

Penerapan rencana dalam kasus saat ini, saya tidak berfikir bahwa hal ini cukup untuk pembanding untuk keluar dari rute biasa dan normal untuk transportasi kacang tanah dari Pelabuhan Sudan ke Hamburg melalui Terusan Suez, dan bahwa waktu kontrak penjualan baik para pihak merenungkan bahwa pengiriman akan melalui rute tersebut. Kontrak ini adalah kontrak penjualan barang, yang melibatkan pengiriman barang dari Pelabuhan Sudan ke Hamburg, tetapi, tentu saja, transportasi tidak seluruhnya tetapi hanya satu tindakan kontrak, yang secara tindakan khusus baik penjual maupun pembeli secara langung terkena akibatnya. Tidak ada yang mencegah penjual dari pengiriman barang sebagaimana yang diperjanjikan, setidaknya mereka termasuk terikat seperti istilah di dalam kontrak untuk menggunakan rute lainnya daripada Terusan Suez. Saya tidak melihat mengapa istilah itu harus masuk dan, jika hal tersebut tidak termasuk, pertanyaan sesungguhnya tampak bagi saya, sejak pengiriman adalah kewajiban untuk dilakukan dengan beberapa rute selama November/Desember, apakah hal tersebut merupakan tindakan yang masuk akal bagi pedagang untuk memenuhi kontraknya dengan menempatkan barang di kapal menuju Tanjung Harapan dan mematuhi bill of lading sebagai dasarnya. Seorang dapat kebiasaan meninggalkan rumahnya melalui pintu depan untuk menjaga kontraknya; tetapi jika pintu depan sulit, dia akan secara keras melaksanakan bukan untuk meninggalkan ke belakang. Pertanyaannya, dengan demikian, apakah cara pedagang masuk akal untuk melaksanakan kontrak pada waktu ketika Terusan Suez ditutup, bukan pada waktu ketika dibuka. Untuk pertanyaan ini merupakan tes untuk “ rute biasa dan normal” adalah ex hipotesis yang tidak dapat diterapkan.

Atas kenyataan yang ditemukan dengan kasus khusus saya fikir bahwa jawabannya adalah tergantung pada kasusnya. Penjual akan lebih lama dalam kata mil, tetapi panjangnya mencerminkan hal tersebut seperti waktu kedatangan, kondisi barang, peningkatan ongkos pengangkutan. Perubahan rute dapat, bahkan lebih, menambah resiko curam transportasi. Tidak ada kondisi petualangan perdagangan yang mewakili kontrak pembanding yang menyarankan bahwa perubahan ini akan menjadi hal pokok. Waktu terus terang sangat elastis.

Tidak hanya penjual yang memiliki pilihan waktu dalam periode dua bulan untuk pengiriman, tapi juga batas dalam macam-macam kecepatan kapasitas kapal pengangkut atau kapal yang dipilih. Dalam hal ini tidak terdapat penetapan waktu untuk kedatangan di Hamburg. Tidak muncul saran bahwa Tanjung Harapan akan merugikan untuk kondisi barang atau akan melibatkan pengepakan khusus atau memuat, dan tampaknya pasar musiman tidak dapat dipertimbangkan. Dengan semua kenyataan ini sebelum mereka, baik ukuran ongkos pengangkutan akan diberikan pada rekening penjual, majelis banding membuat penemuan mereka bahwa pelaksanaan pengiriman melalui rute Tanjang Harapan tidak “komersial atau berbeda secara fundamental” dari pengiriman melalui Terusan Suez. Kami tidak memiliki bahan pokok yang akan membuat hal tersebut mungkin bagi kami untuk berbeda dari kesimpulan tersebut.

Saya menolak banding.

Yang Mulia Guest…..Kewajiban penjual diatur dalam Pasal 32 (2) UU Penjualan Barang 1893, dimana untuk membuat kontrak tertentu dengan pengangkut atas nama pembeli dapat beralasan mengacu pada sifat alami barang dan kondisi lainnya kasus ini. Dia oleh karena itu harus mendapatkan kontrak pengangkutan yang masuk akal. Pembanding berencana bahwa kewajiban penjual untuk membuat kontrak pengangkutan yang dapat tender untuk pembeli dimana dbarang akan disampaikan dengan rute biasa dan alami untuk tujuan yang telah diperjanjikan, dan bahwa rute biasa dan alami harus disertai waktu ketika kontrak dibuat. Alasan selanjutnya memproses bahwa ketika kontrak telah masuk menjadi rute biasa dan normal melalui terusan Suez, dan bahwa rute telah ditutup dengan waktu pengiriman jatuh telah membuat kontrak telah berakhir. Pertama dan kritikan pokok untuk menentukan waktu ketika kewajiban penjual sesuai kontrak pengangkutan menjadi adil. Di bawah kontrak saat ini kewajiban penjual untuk mengirimkan dengan sebuah bill of lading untuk bulan November/Desember 1956. Mereka dapat memenuhi kewajiban yang telah diperjanjikan dengan pengiriman sampai dengan tanggal 31 Desember. Dengan waktu untuk pelaksanaan yang telah disebutkan Terusan Suez telah ditutup dan hanya tersedia rute dengan kondisi umum waktu ketika dia memilih untuk mengirim barang dan bukan ketika kontrak dibuat. Menurut pendapat saya, semua itu yang harus penjual lakukan untuk merencanakan kontrak pengangkutan yang masuk akal. Dalam mengadili apakah hal tersebut merupakan kontrak pengangkutan yang masuk akal pertanyaannya apakah rute yang diberikan adalah rute biasa atau normal akan menjadi penting untuk dipertimbangkan dengan semua kondisi yang relevan. Apakah ada atau tidak ketentuan yang penuh dalam kasus sekarang, pada waktu pelaksanaan disebut disana tidak ada rute biasa atau normal Terusan Suez karena penjual harus memenuhi kewajiban mereka dengan sebuah bill of lading melalui Tanjung Harapan. Dalam hal ini, sesuai, tidak dilakukan pemutusan kontrak karena tidak ada perubahan situasi kondisi untuk membenarkan penerapan doktrin pemutusan kontrak.

Kasus menyetujui kontrak pengangkutan, dalam pandangan saya, tidak membantu, karena dalam kontrak tertentu penjual tidak mengirim barang. Dia hanya mengirim barang di pelabuhan ditunjukkan dengan sebuah kontrak pengangkutan adalah Society Franco-Tunisia D’Armament melawan Sidermar SPS dimana Pearson J mengadakan bahwa sebuah dokumen para pihak telah diputus dengan membloking Terusan Suez atas dasar tersebut ketentuan di dalam kontrak (secara langsung maupun tersembunyi) bahwa kapal telah pergi melalui Terusan Suez, dan dia dapat dengan mudah memegang bahwa rute melalui Tanjung Harapan begitu berbeda dan hal ini secara mendasar berbeda penjual. Disana tidak terdapat kondisi seperti kasus saat ini untuk membenarkan implikasi dari sebuah istilah bahwa rute harus melalui Terusan Suez.

Saya menolak banding ini.

***********************

PANDANGAN LAIN MAJELIS PERWAKILAN TINGGI

CZARNIKOW Ltd melawan ROLIMPEX

Majelis Perwakilan Tinggi 1978

(1979) A.C.351

Banding dari Pengadilan Banding

Pembanding C.Czarnikow Ltd mengajukan banding atas sebuah putusan hakim Pengadilan Banding (Yang Mulia Denning M.R. dan Bruce L.J, Geogfrey Lane LJ) tanggal 26 Mei 1977, menguatkan putusan Kerr J tanggal 13 Desember 1976, yang menegakkan pemberian dalam bentuk kasus khussu dengan arbiter panel Persatuan Dewan Gula Refinasi. Arbiter menolak klaim/tuntutan pembanding untuk kerugian tidak dilakukan pengiriman sekitar 14.300 ton gula putih Polandia f.o.b. pelabuhan Polandia pada November/Desember 1974. Majelis mengeluarkan ditinggikan oleh pembanding apakah organisasi perdagangan negara dapat menyangkal tidak dilakukannya tindakan atas pemerintahnya sendiri sebagai pertahanan untuk klaim bagi tidak dilaksanakannya kontrak perdagangan. Isu khusus apakah responden, Central Handlu Zarganicnego, Rolimpex, yang didirikan oleh Menteri Perdagangan Luar Negeri di Polandia untuk tujuan mengadakan monopoli negara (inter alia) ekspor dan impor gula, dapat menyengkal putusan yang dikelurkan oleh menteri sebagai kasus force majoure dibawah ketentuann Pasal 18 dan 21 Asosiasi Gula Refinasi.

Fakta-fakta dinyatakan dalam pendapat Lordship/kehormatan mereka.

Yang Mulia Wilberforce.

Yang mulia, banding ini muncul keluar dari kontrak pembeian gula oleh pembanding dari responden. Setiap kontrak dibuat subjek hukum Asosiasi Gula Refinasi dan secara tegas menyatakan bahwa pelaksanaan kontrak merupakan subjek untuk force majour seperti didefinisikan dalam ketentuan Asosiasi.

Disana terdapat dua ketentuan yang relevan. Ketentuan Pasal 18 (a) diterapkan jika pengiriman seluruh atau bagian selama waktu pengiriman dicegah atau ditunda secara langsung atau secara tidak langsung dengan (inter alia) intervensi pemerintah dan menyatakan, sebagaimana biasanya, bagi perluasan dan akhirnya kontrak dibatalkan. Ketentuan Pasal 21 setuju dengan lisensi dengan ketentuan sebagai berikut:

”Pembeli bertanggung jawab untuk memenuhi setiap lisensi impor yang pasti dan penjual bertanggung jawab untuk memenuhi lisensi ekspor yang pasti. Kegagalan untuk memenuhi lisensi tertentu tidak menjadi dasar tertentu untuk mengklaim force majour jika peraturan dalam force pada waktu ketika kontrak dibuat, disebut dengan licensi untuk dipenuhi.”

Kontrak dibuat di bulan Mei dan Juli 1974 (subyek untuk tambahan waktu selanjutnya) dan penjualan selanjutnya untuk pengiriman di November/Desember 1974. Penjual menanggung resiko yang muncul dalam harga gula antara waktu kontrak dan tanggal pengiriman.

Sejak penjual gagal untuk mengirim setiap 11.000 mt dinyatakan dalam kontrak awal dan bagian tonasi menyatakan bagi kontrak kedua, hal ini dapat dikenakan bagi pembeli kerugian secara substansial setidaknya hal ini dapat menyangkal force majour.

Responden (penjual) Rolimpex adalah organisasi perdagangan negara Polandia : Ia memenuhi persyaratan gula untuk ekspor dari Perusahaan Industri Gula mewakili Persatuan Industri Gula di Polandia. Hubungan antara badan dan Rolimpex adalah bahwa Rolimpex menjual sebagai ”komisi dagang” yaitu mereka sendiri menjual milik mereka tapi hanya untuk komisi dan keuangan Perusahaan Industri Gula. Kontrak sekarang ditanyakan tanpa ada keraguan yang diharapkan dapat memuaskan dari 1974 gula pertanian di Polandia. Hal ini ditemukan bahwa Rencana ekonomi Nasional Polandia mensyaratkan jumlah produksi gula 1.835.000 mt untuk musim 1974/1975. Untuk ini 1.5000.000 mt telah diminta untuk pasar domestik dan seimbang dengan wewenang untuk ekspor. Pada Mei 1974 Rolimpex memiliki wewenang untuk melakukan perjanjian ekspor sebanayak 200.000 mt.

Pada Agustus Tahun 1974 terdapat hujan besar dan banjir pada wilayah produksi gula bit : hasilnya hanya 1.432.000 mt yang telah diproduksi –sangat jatuh dari jumlah yang diminta untuk konsumsi domestik. Pada 5 November 1974, resolusi dari Dewan Menteri telah memberikan larangan untuk mengekspor gula dengan akibat dari 5 Novembere1974 dan membatalkan lisensi ekspor. Resolusi ini ditemukan tidak memiliki kekuatan hukum memaksa. Bagaimanapun, setelah 5 November 1974, Mentri Perdagangan Pengiriman dan Luar Negeri menandatangani sebuah keputusan yang menyatakan:

1. Sejak 5 November 1974 dilarang untuk mengeluarkan pengiriman ekspor gula tertentu dengan kontrak saat ini.

2. Kewenangan biasa akan segera diberhentikan pengiriman gula yang disiapkan untuk ekspor dan memberitahukan pengaturan tentang larangan ekspor gula. Peraturan ini berlaku sejak ditandatangani.

Hal ini membuat ekspor gula adalah ilegal menurut UU Polandia.

Hal ini ditemukan oleh Arbitor pada tanggal 5 November 1974, disana terdapat jumlah gula yang dapat dipertimbangkan di Pelabuhan Gdynia dan selanjutnya jumlah tersebut diangkut ke Gydinia dengan kereta. Tetapi bagi larangan, gula telah tersedia untuk pelaksanaan oleh Rolimpex dari kedua kontrak tersebut. Hal ini juga ditemukan bahwa keduanya sebelum dan sesudah 5 November 1974 (waktu ketika pembeli dapat mengirim) dimana gula kualitas kontrak tersedia di pasar. Jika disana jumlah yang tersedia tidak cukup, disana terdapat pasar untuk pembelian dan penjualan gula yang sesuai kualitasnya. Dalam kondisi pasar setiap pembeli akan menerima gula yang sesuai kualitasnya dalam substitusi bagi gula Polandia. Nilai pasar yang relevan dengan kualitas gula pada 15 November bagaimanapun FF 7500 per mt seperti dibandingkan dengan FF 3.604 harga yang tetap untuk kontrak satunya dan sekitar FF 4000 untuk kontrak yang lainnya.

Larangan ekspor beroperasi sampai 1 Juli 1975. Rolimpex menyatakan force majoure pada 6 November 1974, dan jika hal tersebut berhak untuk dilakukan, kedua kontrak menjadi batal.

Penjual menyerahkan bahan-bahan kepada dewan Asosiasi Gula Refinasi dan sesuai dengan hukum asosiasi. Dewan menyetujui sebuah panel 6 arbiter dengan menghormati sengketa. Mereka mendengarkan bukti setelah mendengarkan selama 10 hari. Dalam anjuran mereka, arbiter menemukan (inter alia) bahwa gula tersedia di pasar dunia untuk menemui bukan untuk penjualan gula di Pasar Polandia karena harga yang tinggi dan kerugian pasar saham seperti penjualan akan diperlukan; bahwa larangan telah dipaksakan untuk mengurangi/mengantisipasi secara singkat di pasar domestik; bahwa efeknya adalah untuk menarik kerugian yang disebabkan oleh kegagalan parsial panen gula Polandia pedagang dan konsumen luar negeri, jadi simpanan negara Polandia untuk memikul kerugian keuangan dengan menempatkan kembali penjualan gula yang baik dalam kemajuan kampanye 1974/975 . Mereka menambahkan observasi yang tidak biasa:

a. Kami sangat menyesal bahwa Dewan Menteri berwenang melarang daripada mengijinkan penjualan gula di pasar dunia begitu memungkinkan Rolimpex untuk menghormati kewajiban yang telah diperjanjikan.

Lebih lanjut kelompok yang menemukan sebagai berikut:

b. Orang yang bekerja di Rolimpex tidak membujuk Dewan Menteri untuk melarang dan tidak terpengaruh kelanjutannya atau efeknya.

c. Rolimpex adalah sebuah organisasi negara Polandia .

d. Rolimpex tidak terlalu berhubungan akrab dengan Pemerintah Polandia hal itu tentunya dikecualikan dari larangan mendasarkan (memaksakan untuk alasan diatas) sebagai “campur tangan pemerintah” sesuai dengan Pasal 18 a UU Asosiasi Gula Refinasi.

e. Rolimpex sesuai dengan haknya berhak untuk menolak Pasal 18 a sebagai pertahanan klaim Csarnikow.

Pemberian telah dinyatakan dalam bentuk kasus khusus, bahan datang sebelum pengadilan dengan dua pertanyaan utama untuk memutuskan. Kasus intervensi pemerintah ini sesuai ketentuan Pasal 18 a. Apakah kasus keluar dari ketentuan Pasal 18 a dengan ketentuan Pasal 21? Disana juga terdapat pertanyaan (sangat sulit dipertimbangkan) seperti ukuran kerugian .

Pertanyaan pertama dan kedua telah dijawab oleh Kerr J dalam konteks penjual, dalam hal ini Ya dan Tidak. Pengadilan Banding (Yang Mulia Denning MR dan Cumming Bruce LJ) menyetujui keputusan ini. Geoffrey Lane L.J berbeda pendapat memegang bahwa Pertanyaan 2 harus dijawab dalam bentuk afirmatif.

Pertimbangan Pertanyaan 1 dapat dengan baik sekali mulai dari arbiter menemukan hal di atas. Ini merupakan kasus dimana pembeli sebelum arbiter melakukan kolusi atau konspirasi antara Rolimpex dan pemerintah Polandia yang pemerintah telah bujuk, kepentingan Rolimpex, untuk memaksa larangan . Untuk menyetujui hal ini, Rolimpex memproduksi sejumlah bukti untuk menunjukkan bahwa disana tidak terdapat kolusi atau konspirasi; yang bertolak belakang, kemungkinan untuk melarang ekspor disebutkan oleh direktur dan general manager Rolimpex sebelum 6 November 1974 dia menolak tentang itu dan orang yang dipekerjakan Rolimpex tidak mengkonsultasikan tentang pembebanan larangan dan tidak memberitahukan larangan setelah pembebanan. Arbiter menemukan bahwa Czarnikow telah gagal untuk membuktikan tuduhan tersebut bahwa larangan tersebut telah dipaksakan setelah konsultasi antara orang yang bekerja di Rolimpex dan Menteri Perdagangan dan Pengiriman Luar Negeri. Larangan dalam kenyataannya diminta oleh Menteri Pangan dan Industri Agriculture dengan dasar tersebut maka hal tersebut tidak dapat diterima. Dalam hal ini terdapat ketidaksetujuan antara Menteri (termasuk Menteri Perdagangan dan Pengiriman Luar Negeri yang mengawasi Rollimpex) hal yang diajukan Dewan Menteri yang meluluskan resolusi 5 November 1974 (lihat diatas). Jadi disana terdapat cukup bukti untuk mendukung arbiter untuk mendapatkan bukti melawan kolusi atau konspirasi.

Sebelum pengadilan dan Majelis Perwakilan Tinggi pembeli mengambil garis yang berbeda. Ini seruan untuk kelompok kasus Inggris setuju dengan tindakan yang dilakukan oleh atau atas nama Ratu yang berbeda yang telah dibuat, secara luas, antara tindakan yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk barang publik atau bagi tujuan general eksekutif dan tindakan yang dilakukan pemerintah untuk mencegah tanggung jawab dibawah kontrak atau kontrak (lihat Dewan Perdagangan melawan Temperley Steam Shipping Co.Ltd (1962) 26 Lq.Rep. 76 dan Komisioner Tanah Ratu melawan Page (1960) 2 QB 274 per Devlin J) Lord Denning MR dipaksa untuk memegang perbedaan yang mungkin diterapkan kasus saat ini, tetapi jika hanya Rolimpex mengacu seperti Departemen pemerintah: dia kemudian memproses untuk memegang hal tersebut tetapi itu tidak. Saya memilki keraguan yang sangat besar apakah doktrin dikembangkan dalam kasus ini, yang sangat sesuai dengan hukum konstitusi Inggris, bersemangat diambil menjadi ikllim yang konstitusional khususnya bagi negara asing.

Khususnya negara seperti Polandia berhak untuk tahu sama sekali semuanya, melibatkan pengadilan Inggris dalam kesulian dan pertanyaan sulit seperti motivasi pemerintah asing melakukan tindakan murni untuk melepaskan perusahaan negara dari pertanggungjawaban kontraktual, hal ini mungkin untuk disangkal seperti karakter tindakan campur tangan pemerintah, dalam arti kontrak tertentu, tetapi hasilnya tidak dapat, menurut pendapat saya, dicapai dengan arti doktrin yang telah disebutkan di atas, hal ini akan menjadi bukti yang jelas dan penemuan yang definitif. Secara pasti tidak ada alat bukti yang ditemukan dari kasus saat ini. Secara bertolak belakang, alat bukti adalah tindakan untuk mencegah serius domestik, dampak sosial dan politik dan untuk mencegah kerugian nilai tukar asing jika harga gula tinggi akan dibawa ke pasar dunia. Arbiter sungguh-sungguh menemukan.

Saya setuju, bagaimanapun, secara keseluruhan Yang Mulia Denning bahwa Rolimpex tidak mendapat bukti mengacu pada organ negara Polandia. Anjuran diberikan secara sungguh-sungguh menggunakan kata ”sebuah organisasi negara Polandia” tetapi membaca dengan bukti hal ini berarti tidak lebih daripada hal tersebut dibentuk oleh negara Polandia dan dikontrol oleh negara Polandia; di masa yang akan datang mendapatkan kuota diatas, arbiter menemukan bahwa Rolimpex tidak begitu berhubungan dekat dengan Pemerintah Polandia itu dikecualikan dari menyangkal larangan sebagai intervensi pemerintah –penemuan masih belum jelas seperti yang mungkin tapi, alat bukti yang jelas, arti secara pasti bahwa Rolimpex bukan bagian dari departemen negara. Kebebasan Rolimpex dari panjangnya pemberian tersebut. Bersama dengan semua 4 hakim yang mempertimbangkan poin ini, saya mendapatakan kesimpulan denga jelas, dan saya dengan demikian memegang bahwa penjual membuat anggapan baik bahwa campur tangan pemerintah sesuai dengan ketentuan Pasal 18.

Pertanyaan keuda adalah apakah Pasal 21 menjalankan sebagai ketentuan simpanan yang, dalam situasi dan kondisi, mengambil kasus di luar ketentuan Pasal 18. Saya takut bahwa saya tidak menenemukan substansi dalam alasan ini. Pasal 21 muncul di bagian atas peraturan: ”Lisensi”. Menurut pandangan saya hal ini tidak lebih dari menempatkan kewajiban penjual untuk memenuhi lisensi ekspor (dan pembeli memenuhi lisensi impor) dan negara gagal untuk memenuhi kewajiban ini tidak memiliki dasar tertentu untuk mengklaim force majour. Kata-kata atau jaminan untuk memelihara ada dalam pelaksanaan. Penjual menuruti kewajiban ini dan ketentuan dipenuhi. Saya setuju sepenuhnya dengan poin samping oleh Kerr J.

Saya menolak banding.

Viscount Dilhorne: Peraturan Asosiasi Gula Refinasi berisi sebuah bab yang berjudul: ”Force Majour”: Bab berisi Pasal 17-20. Pasal 18 a adalah relevan untuk kasus ini dan sebagai bahan bacaan sebagai berikut:

”Keseluruhan pengiriman atau bagian dalam waktu pengiriman khusus atau bagian selama waktu pengiriman khusus dicegah atau ditunda secara langsung atau secara tidak langsung dengan campur tangan pemerintah. Di bawah kontrol penjual, penjual dapat segera menasehati pembeli seperti….seperti fakta hari jumlah. Jika pengiriman masih dicegah dengan akhir perluasan waktu, pembeli memiliki pilihan untuk membatalkan kontrak untuk jumlah pengiriman yang dibuat-buat pada harga kontrak tanpa klaim kerugian secepatnya gula dapat dikirimkan. Haruskah pembeli memilih bukan untuk membatalkan kontrak tetapi pengiriman gula ke seluruh atau bagian masih mungkin 60 hari setelah tanggal pengiriman terakhir dinyatakan dengan kontrak, kontrak dapat dicegah untuk jumlah tanpa hukuman yang dapat dibayar atau mudah diterima”.

Ini merupakan pendapat saya seara jelas atas semua keraguan bahwa pengiriman gula menurut kontrak dalam waktu pengiriman telah dicegah dengan campur tangan pemerinntah dengan kontrol responden. Fakta-fakta yang ditemukan oleh arbiter tunjukkan, sebagaimana saya telah katakan, bahwa responden dengan tegas ekspor 200.000 ton yang telah mereka perjanjikan untuk dijual, dan juga pada 5 November ketika diinformasikan kemungkinan pelarangan, direktur responden dan general manager telah melakukan protes. Meskipun begitu larangan telah dipaksakan.

Penaik banding beranggapan bahwa ”campur tangan pemerintah” di dalam ketentuan Pasal 18 (a) harus di interpretasikan hanya untuk campur tangan apa yang kita sebut dengan tujuan masyarakat umum, bahwa keputusan telah dipaksakan untuk mencapai hasil tertentu dalam hubungan kontrak untuk ekspor gula, dan campur tangan untuk tujuan tertentu tidak mengacu pada seperti pemerintah dalam arti diberikan untuk kata dalam Pasal 18 (a).

Hasil tertentu sebagaimana responden ingin capai, telah dituduh, untuk mengganti kerugian disebabkan kegagalan panen gula dalam perdagangan dan konsumen luar negeri dan untuk mencegah hal tersebut menjadi hambatan bagi negara Polandia.

Pasal 18 (a) secara jelas mensyaratkan hal tersebut dibangun jika force majour menyandarkan pada campur tangan pemerintah, bahwa penyebab pengiriman telah dicegah atau ditunda dengan campur tangan pemerintah. Hal tersebut tidak ditentukan, jika disana memang terdapat campur tangan, satu hal harus dipertimbangkan untuk tujuan apa intervensi dilakukan. Saya tidak mendapatkan hal itu secara pasti dalam kasus ini untuk mempertimbangkan apakah campur tangan pemerintah dalam kenyataannya memang terjadi, dapat dilakukan seperti tidak terjadi jika hal tersebut dibuat untuk mengamankan hasil tertentu seperti untuk tuduhan pembanding, untuk fakta yang ditemukan oleh arbiter dalam anjuran yang mereka berikan, dalam pandangan saya secara jelas negatif anggapan bahwa hal ini untuk tujuan tertentu. Mereka menemukan bahwa Polandia telah menghadapi kekurangan.gula jika semua kontrak untuk ekspor gula dalam pasar dalam negeri telah dilakukan, bahwa Dewan Menteri takut bahwa kekurangan. gula dalam pasar domestik menjadi efek sosial dan politik yang serius, bahwa gula yang tersedia di pasar dunia menemui kekurangan tetapi bahwa Dewan Menteri memutuskan untuk tidak menjual ke pasar dunia karena tingginya harga gula dan kerugian nilai tukar itu seperti penjualan yang memerlukan dan bahwa larangan ”telah memaksa untuk membebaskan antisipasi singkat ke pasar dalam negeri”. Kiranya tujuan ini telah dicapai. Arbiter mengatakan bahwa efek larangan adalah.

”Untuk menarik kerugian yang disebabkan oleh kegagalan parsial panen gula Polandia atas perdagangan luar negeri dan konsumen, simpanan negara Polandia memiliki hambatan kerugian keuangan dengan menempatkan gula yang dijual dengan baik dalam kemajuan kampanye 1974/1975.”

Apakah konsekuensi dari larangan ini, hal ini bertujuan seperti yang dinyatakan oleh arbiter tetapi bukan untuk mengurangi antisipasi kekurangan untuk pasar domestik.

Alasan untuk anggapan oleh pembanding bukan disana dan juga hal ini mungkin tidak mungkin untuk pasti dipertimbangkan apa efeknya, jika ada, hal ini mungkin telah terjadi.

Pembanding juga menyertakan bahwa responden membawa dan menjual untuk negara. Sementara ini tidak ada keraguan akan kebenaran, tidak dalam pandangan saya membantu pembanding. Fakta yang ditemukan arbiter yang dinyatakan dibawah ini menunjukkan bahwa mereka bukan departemen pemerintah tetapi identitas yang terpisah. Mereka, hal ini ditemukan sebagai fakta, dipekerjakan sebagai ”komisi dagang” untuk menjual gula maksud untuk ekspor atas nama Perushaan Industri Gula yang juga perusahaan negara.

Fakta bahwa mereka melakukan bukan menurut pendapat saya tidak valid keputusan yang dibuat pada tanggal 5 November.

Jadi jika ketentuan Pasal 18 (a) berdiri sendiri, responden menurut pendapat saya berhak untuk menolak sebagai eksekusi mereka dari tangggung jawab untuk tidak -mengirim gula selama periode kontrak yang telah ditetapkan.

Pembanding, bagaimanapun, mengatakan bahwa mereka dicegah untuk melakukan dengan ketentuan Pasal 21.

Jika ini adalah hak konstruksi hukum, hal ini akan berarti bahwa dimana sistem lisensi dilaksanakan pada waktu kontrak, kata ”campur tangan pemerintah” dalam Pasal 18 (a) memiliki sedikit, jika mungkin signifikan. Tidak pernah dapat Penjual di suatu negara atas dasar UU itu jika pemerintah negara menempatkan embargo untuk ekspor dan lisensi untuk ekspor diminta baik pada waktu kontrak dan pada waktu pengiriman.

Dalam hal ini disebabkan bukan karena pengiriman tetapi campur tangan pemerintah, bukan kegagalan untuk mematuhi lisensi ekspor.

Untuk alasan ini menurut pendapat saya banding ini gagal dan harus ditolak. Hal ini mungkin tidak tepat mempertibangkan apa kerugian dari pembanding yang berhak agar banding mereka sukses.

Yang Mulia Salmon:

Saya tidak menyatakan kesimpulan opini seperti posisi apakah yang mungkin, dalam hukum, memiliki fakta seperti yang ditemukan oleh arbiter dirikan bahwa penjual adalah organ departemen pemerinntah atau organ negara. Saya cenderung ingin melihat hal tersebut, dalam kondisi tertentu, fakta yang ditemukan dalam Paragraf 50 (a) diberikan meskipun begitu telah dinyatakan tanpa kejjelasan pasti untuk mendirikan dengan pasti bahwa larangan tidak bisa dipaksakan ”untuk barang publik” ”atau untuk” sebuah ”tujuan eksekutif umum” tetapi hanya tujuan melepaskan pemerintah dari kewajibannya di dalam kontrak penjualan. Jika penemuan telah dinyatakan, Saya setuju dengan Yang Mulia Denning MR bahwa penjual, dalam kondisi menerima sebagai dalil akan dikecuaikan dengan mendasarkan pada ketentuan Pasal 18 (a).

Pasl 50 (a) (iv) anjuran membuat hal tersebut menjadi jelas bahwa larangan telah dipaksa untuk antisipasi kekurangan dalam pasar domestik; tetapi langkah ini telah diambil karena hal ini telah diputuskan tidak membeli gula yang telah ada di pasar dunia dan akan sama mengurangi beberapa kekurangan.. Untuk bagian I saya tidak seluruhnya terkejut dengan komentar d Paragraf 50 (a) (v) anjuran: ”Kami sangat menyesal Dewan Menteri berwenang melarang daripada mengijinkan penjualan gula di pasar dunia, begitu memungkinkann (penjual) untuk menghormati kewajiban kontraktual (mereka)”.

Sejak, bagaimanapun, penjual tidak mendapatkan sebuah organ pemerintah atau organ negara, hal ini tidak pasti untuk menyatakan setiap kesimpulan pendapat apa yang harus tergabung di dalam kontrak penjualan. Hal tersebut dibaca sebagai berikut:

”Pembeli akan bertanggung jawab untuk memenuhi setiap lisensi impor yang mungkin dan penjual harus bertanggungjawab untuk mematuhi setiap ekspor yang tepat. Kegagalan mematuhi lisensi tertentu tidak memiliki dasar tertentu utuk mengklaim force majoure jika peraturan di dalam force majoure pada saat ketika kontrak dibuat disebut lisensi untuk dipatuhi”.

Peraturan berlaku di Polandia pada waktu kontrak dibuat disebut lisensi untuk dipenuhi.

Seseorang yang mengambil resiko bahwa lisensi ekspor pasti akan menjadi tidak dapat dipatuhi atau dibatalkan. Menurut pendapat saya, penjual yang menerima tanggung jawab menerima untuk mendapatkan lisensi dan resiko tertentu mereka mungkin gagal untuk melakukan hal tersebut. Jika mereka gagal dari setiap penyebab, tak pelak lagi, mereka tidak dapat mengirim gula yang telah mereka jual.

Tetapi kemudian mereka bertanggungjawab untuk mengkompensasi pembeli untuk setiap kerugian yang pembeli derita sebagai akibat dari tidak dilakukannya pengiriman.

Pada waktu kontrak selanjutnya dimasukkan, hal ini harus dapat diperkirakan bahwa sebelumnya ditetapkan tanggal pengiriman, Pemerintah Polandia dapat mengintervensi dengan mencegah lisensi ekspor dari mengeluarkan dan membatalkan setiap lisensi yang telah dikeluarkan. Ini, menurut pendapat saya, adalah resiko yang jatuh atas penjual sesuai ketentuan Pasal 21. Untuk menafsirkan ketentuan ini apakah mencabut atau menghilangkan perlindungan terhadap pembeli yang isinya untuk menghasilkan hal tersebut.

Ketentuan Pasal 18 menyatakan, campur tangan pemerintah dan kemudian 10 contoh spesifik force majour. Hal ini, setidaknya meniadakan dengan beberapa tambahan di dalam kontrak., yang akan menghasilkan pertahanan yang sah untuk penjual jika hal ini dicegah atau ditunda pengiriman dibawah kontrak. Sejauh kewajiban penjual yang diperjanjikan diperdulikan, Pasal 21 memelihara hanya kewajiban mereka untuk mendapatkan lisensi ekspor yang mungkin: apakah, penjual lari dari rute dibawah ketentuan Pasal 18 (a) untuk kegagalan pengiriman, atau penundaan dalam pengiriman , tidak utuh. Saya mempertimbangkan, bagaimanapun, Pasal 21 menjelaskan bahwa penjual tidak dapat lari dari kegagalan mereka untuk memperoleh ijin ekspor atas dasar campur tangan pemerintah atau atas dasar lainnya setelah kata: “force majour”, kata “sekurang-kuangnya disebabkan oleh campur tangan pemerintah”. Saya tidak menemukan pembenaran untuk melakukan hal tersebut. Jauh dari melemahkan Pasal 21 supaya memberikan kefektifan usaha untuk kontrak, saya menimbang bahwa ketentuan Pasal 21 dibuat untuk dunia perdagangan agar menjadi lebih baiik sebagaimana keberadaan awal hal tersebut .

Berdasar hal tersebut saya mengabulkan banding.

Yang Mulia Fraser Tull Belton:

Yang Mulia, saya telah mendapatkan keuntungan dengan membaca draft pidato kehormatan saya dan belajar dari teman saya Lord Wilberforce, dan saya setuju dengannya.

Arbiter menemukan dalam kasus ini tidak ada keraguan bahwa telah ada campur tangan pemerintah dengan ketentuan Pasal 18. Satu waktu saya cenderung untuk atribut lebih penting daripada beberapa Lordship lakukan ketentuan Pasal 21, dan untuk berfikir bahwa terdapat kecenderungan untuk menempatkan kewajiban penjual untuk menghasilkan lisensi ekspor yang akan efektif pada waktu melakukan ekspor. Tetapi cerminan lebih lanjut telah memuaskan saya bahwa untuk alasan yang telah dinyatakan oleh kehormatan saya dan belajar dari teman saya Viscount Dilghorne, untuk menafsirkan ketentuan Pasal 21 dengan cara itu akan secara penuh bahwa terdapat kekuatan karakter sistem lisensi tertentu, jika kata melibatkan dibaca menjadi kata ”menghasilkan” lebih daripada maka hal itu jelas menghasilkan. Hal tersebut tidak tampak bagi saya bahwa kata perlu membantu pembanding. Di dalam konteks Pasal 21, kata harus secara penuh bahwa karakter kekuatan sistem lisensi seperti itu, hal ini akan efektif untuk mengijinkan penjual untuk ekspor barang yang telah dia perjanjikan untuk menjual. Tetapi jika sistem lisensi adalah menghapus atau menggantikan (seperti kasus ini).

Dengan hasil itu tidak ada lisensi dapat efektif selama waktu penundaan, ketentuan Pasal 21 tidak memiliki efek atau memaksa penjual sebuah kewajiban absolut untuk memperoleh ijin dari pemerintah untuk mengekspor barang;jika hal tersebut dilakukan, hal tersebut akan memindahkan hampir seluruh perlindungan melawan campur tangan pemerintah yang diberikan oleh keteantuan Pasal 18. Saya setuju dengan Cumming Bruce LJ di Pengadilan Banding, 91978 (QB 176, 204) bahwa:

”Kewajiban mutlak dia (penjual) adalah lebih terbatas dan hanya untuk memperoleh ijin dari departemen atau yang terbukti berwenang ijin untuk ekspor seperti di dalam sekup biasa dari sistem lisensi bahwa departemen yang mengurus masalah itu”

Saya menolak banding.

Yang Mulia Keith Kinkel:

Saya memiliki kesempatan untuk membaca draft pidato kehormatan dan belajar dari teman, Lord Wilberforce. Saya setuju dengannya, dan dia sangat beralasan, saya juga menolak banding ini.

COMPTOIR D’ACHAT ET DE VENTE DU BOERENBOND BELGE S/A

melawan

LUIS DE RIDDER

(THE JULIA)

Majelis Perwakilan Tinggi

(1949) AC 293, 82 Lt.L Rep.270

Ini adalah banding yang diajukan oleh COMPTOIR D’ACHAT ET DE VENTE DU BOERENBOND BELGE, AS, sebuah perusahaan Antwerp importir biji padi, dari mayoritas pesanan Pengadilan Banding (80 L1 L Rep 653)menguatkan putusan pengadilan Mr. Justice Morris (80 L1 rep 140) mengakkan sebuah anjuran yang dibuat oleh Arthur edward Cartwright sebagai wasit dalam arbitrase antara pembanding dan responden, Luis de Ridder, Limitada, sebah perusahaan eksportir biji padi Argentina, dan menolak sebuah klaim/tuntutan pembanding untuk membayar kembali 124312 s 2d, dengan bunga dari 30 April 1940, untuk 500 ton gandum dijual kepada mereka oleh responden dan tidak dikirim ke Anwerp pada Mei 1940, seperti menurut kontrak.

Berdasarkan anjuran ini, melalui kontrak masuk ke Antwerp pada April 24 1940, antara pembeli dan penjual (bertindak dengan agen Antwerp, Belgian Grain & Produce Company Ltd) pembeli setuju untuk membeli dan penjual setuju untuk menjual sekitar 500 ton. piring gandum FAQ ketentuan hasil panen 1939/1940 untuk pengiriman per kapal terapung Julia seperti per bill of bill lading tanggal atau ditanggali sesuai harga 4.025 AS mata uang per 100 kos cif Antwerp sesuai ketentuan, kondisi dan peraturan berisi Form Nomor 41 Asosiasi Pedagang Corn London dan detail diatas dan kembali akan diberikan seperti telah ditulis menjadi Form dalam tempat yang tepat. Setiap kondisi khusus diterapkan disini akan di perlakukan seperti jika ditulis dalam bentuk tertentu.

Kontrak lebih lanjut menyatakan sebagai berikut:

Pembayaran dibuat dengan batas tunai pada presentasi pertama dan nilai tukar untuk copy kedatangan pertama lading of lading…dan atau perintah pengiriman dan kebijakan dan atau sertifikat dan/atau surat asuransi Antwerp dengan tarif awal kabel transfer New York, sekurang-kurangnya kapal membawa barang sampai sebelum waktu yang dikatakan, yang kasus pembayaran dibuat atas kedatangan kapal dipelabuhan pembongkaran..

Sebelum masuk ke dalam kontrak, dikatakan 27 Februari 1940, penjual telah masuk perjanjian para pihak dengan Messr Rhetymnis & Kulkundis Ltd, sebagai agen pemilik kapal Yunani, Julia terapung, dimana kapal Bahia Blanca kargo penuh tepung terigu dan/atau maizena dan/atau gandum untuk pengangkutan untuk dikirimn Antwerp; perjanjian berisi ketentuan yang dikenal sebagai ”Dokumen Ketentuan Pengiriman Resiko Perang”.

Julia sepatutnya diisi Bahia Blanca sebuah kargo penuh biji padi yang meliputi 1.120.000 kilo (sama dengan 1120 ton) gandum borongan. Gandum yang sebagian besar telah diisi di kapal No.5. Untuk master gandum dikirim tanggal 18 April 1940 di Bahia Blanca ditandatangani bill of lading mengakhiri pengiriman parcel oleh penjual dan disediakan pengirimannya di Antwerp untuk memesan Grain Belgia & Produce Company Ltd (yang akan agen penjual di Antwerp) untuk pembayaran ongkos anagkut sesuai dengan dokumen para pihak, semua keterangan dan kondisi yang dinyatakan untuk digabung dalam bill of lading.

Pada 29 April 1940, Perusahaan Produksi Belgia Grain 7 Ltd sebagai agen Antwerp untuk penjual, mengirimkan kepada pembeli sebuah faktur tambahan waktu di Antwerp 29 April 1940, dan meminta pembayaran dengan pembeli melalui kabel transfer ke New York jumlah 4.999, 33 US Dollar disitulah acuannya. .

Pada 30 Aprril 1940, penjual menghadirkan kepada pembeli pengiriman pesanan ditandatangani oleh Belgian Grain & Produce Company Ltd dan dikirimkan ke F Van Bree SA Antwerp, menginstruksikan mereka untuk pengeluaran penjual atau untuk halangan dikirimkan melalui penjual pada Julia untuk diterima di dalam ketentuan bill of lading 18 April. Perintah pengiriman juga berisi pernyataan berikut.

Kami memberi bagian yang pantas perintah pesanan saat ini 4973 dalam sertifikat asuransi bagi 7.117 mencakup 700.000 kilo gandum di dalam borongan (Perang dan SR dan CC Ketentuan Resiko termasuk).

Dan dari catatan kaki menyatakan bahwa hal ini telah diadakan kedatangan kapal F van Bree, SA untuk penandatanganan dan pengeluaran setelah pembayaran ongkos angkut sebesar 15.250 dolar (menjadi jumlah ongkos kirim dibayar dengan faktur tambahan) di kantor Belgiann\ Grain & Produce Company, Ltd pada 30 April 1940 pembeli sepatutnya membayar jumlah 4999,33 US dolar (sama dengan 12443 12 s 2 d) untuk atau jumlah penjual dalam kegiatan seperti yang diminta mereka.

Pada waktu yang sama penjual mengirim F van Bree SA dua sertifikat asuransi (satu untuk resiko laut dan yang satunya untuk resiko perang) ditandatangani oleh perusahaan broker asuransi di Antwerp dan setifikat bahwa asurasnsi telah efektif dengan nama perusahaan tertentu untuk penjual sejumlah 7117 dolar untuk 700000 kilo gandum dalam borongan per kapal api Julia dari Bahia Blanca ke Antwerp, bill of lading ditandatangani 18 April 1940. Setiap sertifikat menyatakan bahwa hal tersebut mewakili kebijaksanaan dan disampaikan semua hak pemegang kebijaksanaan asli untuk tujuan mengumpulkan setiap klaim; juga kebijakan nilai tukar untuk dibubuhi perangko jika dan ketika diminta. Catatan kaki juga menyatakan: “Sertifikat ini tidak sah sekurang-kurangnya tandatangan . Sertifikat asli tidak tersedia dan tidak ada bukti penawaran yang mudah bagi wasit untuk mendapatkan ada atau tidak sertifikat yang ditandatangani menyilang oleh Belgian Grain dan Perusahaan Produksi Ltd.

Julia tidak memproses untuk dokumen perjalanan Anterwerp, karena tanggal 10 Mei 1940, dimana dia di laut untuk mengangkut. Belgia telah menginvansi Jerman dan secara singkat setelah waktu Anterwerp dipekerjakan Pasukan Jerman. Berdasarkan hal tersebut di atas, Julia, menyusun antara kepemilikannya dan penjual (sebagai karakter), pergi ke Lisbon, dimana dia mengganti kargonya, dan kiriman gandum ditanyakan di bulan Juni 1940, menjual dimana Penjual ex kapal untuk harga kurang dari jumlah yang pembeli sudah bayar

Wasit mendapatkan bahwa tarif untuk 10 tahun pertama waktu kontrak yang ditanyakan para pihak dalam melakukan bisnis (penjual sebagai penjual, dan pembeli sebagai pembeli) di La Plata , atas kontrak di buat dalam bentuk yang digunakan dalam kasus ini, bisnis yang dikenal mereka sebagai c.i.f bisnis dan bentuk kontrak adalah ”c.i.f kontrak”. Masalah bisnis diikuti dalam kasus ini(yang telah disetujui dengan kesaksian pembeli bahwa hal tersebut tidak akan mungkin kurang dari 900 selama periode) itu bahwa tempat pertama gandum Belgia & Perusahaan Produce Ltd, mengirim faktur tambahan kepada pembeli (sama dengan bentuk kasus saat ini) menunjukkan jumlah barang yang dapat dibayar, kekurangan onngkos produksi.Segera setelah Belgian Grainn & Produce Company Ltd, mengirim pada pembeli perintah pengiriman (lagi dalam bentuk yang sama seperti yang digunakan dalam kasus ini) ditujukan kepada F van Bree, SA.

Anjuran dilakukan untuk mengacu pada dokumen asuransi, wasit menemukan alat bukti sesuai dengan bisnis antara pihak ini sertifikat asuransi yang dipegang untuk F.van Bree SA dan tidak untuk pembeli secara keseluruhan, bukan untuk penjual melihat mereka. Hanya dua instansi yang disebutkan, pada kontrak dalam bentuk yang sama sebagaimana dalam pertanyaan dan antara para pihak, klaim AHD muncul didalam kebijakan. Dalam kasus ini pengiriman dibuat pada tahun 1940 per kapal api Uruguay dan Luxemburg, keduanya kapal menenggelamkan (atau ditenggelamkan) dan kargo hilang total. Dalam kedua kasus ini pembeli menerima (setelah kebebasan Belgia) dari Belgia Grain & Produce Company Ltd pengembalian untuk asuransi nilai parsel mereka setidaknya komisi mengambil sedikit. Wasit mengatakan bahwa dia mengacu pada kesimpulan yang adil dari bukti klaim ini, tanpa ada instruksi dari pembeli, mengumpulka dari penanggung dengan Belgian Grain & Perusahaan Produksi Ltd, atau dengan broker asuransi atas nama, dan sebagaimana dia dapatkan.

Sebagaimana mengacu posisi F van Bree SA, transaksi yang telah disetujui oleh para pihak Julia sampai di Antwerp pada dokumen pelayaran, wasit mengatakan bahwa F van Bree SA pengawas perusahaan kargo di Antwerp yang secara reguler mempekerjakan pekerja tertentu dan dibayar oleh penjual (atau oleh Belgian Grain & Co. Ltd atas nama penjual) untuk mengurus pengiriman sereal dari La Plata; nama mereka merupakan bagian untuk dicetak perintah pengiriman yang dikeluarkan oleh pemesan dan mengantarkan kepada mereka. Mereka juga dipekerjakan oleh Belgian Grain & Produce Company sehubungan dengan pertanyaan pengiriman. Atas nama Belgian Grain mereka (Julia sampai) telah menerima cek dari pembeli untuk ongkos angkut dan dikeluarkan untuk Cargo SA, resiko curam atau mengeluarkan, ditujukan untuk staf pribadi mereka pada dermaga, dan kapasitas yang sama mereka akan menerima dari kapten agen pemilik kapal puas bahwa ia akan membayar dengan sesuai.

Wasit mengatakan bahwa dia telah mengundang pembeli untuk mendapatkan seperti fakta apa maksud para pihak ketika membuat kontrak itu harus diimplementasikan dalam bentuk perbuatan yang digambarkan dan tindakan normal yang telah diterapkan. Untuk alat bukti sebelum masalah bisnis diikuti oleh para pihak di dalam banyak kontrak dalam bentuk yang sama dan untuk periode yang lama, dia tidak memiliki keraguan untuk menemukannya.

Wasit mengatakan bahwa ia juga telah mengundang penjual untuk mendapatkan fakta bahwa para pihak dalam membuat kontrak bermaksud membuat kontrak c.i.f . Setidaknya kontrak menjadi ambigu atau tidak lengkap, maksud para pihak secara bersama dari kontrak itu sendiri, dan tidak terbukti adanya maksud lain yang boleh masuk, dan sejauh hal tersebut telah dibuka untuknya untuk menemukan tidak adanya perhatian para pihak ketika kontrak dibuat oleh kedua belah pihak dan digambarkan dalam kasus tertentu urusan mereka sebagai ”kontrak c.i.f” atau ”c.i.f bisnis”.

Pertanyaan hukum untuk putusan pengadilan atas fakta apakah yang ditemukan apakah kontruksi kontrak sudah benar pembeli berhak untuk mengganti dari penjual sejumlah 1243 12 s 2 d bersama dengan bunga tarif 4 per sent per dari 30 April 1940.

Masalah untuk putusan Pengadilan atas pertanyaan ini, wasit mengatakan bahwa penjual beranggapan gagal. Dia mengadakan bahwa kontrak yang ditulis di atasnya kontrak c.i.f. dilaksankan dengan ketentuan daripada itu, dan ekspresi ”c.i.f” tidak mengacu hanya sebagai ekspresi elemen pendukung dalam kontrak harga.

Subyek untuk putusan pengadilan, sampai saat itu, wasit memberikan anjuran bahwa pembeli tidak berhak ganti rugi dari penjual sejumlah pembayaran 1243 12s 2 d

oleh pembeli pada 30 April 1940 dan juga tidak berhak atas bunga.

Tuan Justice Morrice mengatakan bahwa kontrak secara mendasar satu dari ketentuan cif, dan bahwa pembeli dalam menerima pengiriman tertentu telah menerima sebuah dokumen yang telah mereka setujui untuk membayar dan bahwa resiko telah dibebaskan bagi mereka. Hal ini sesuai dengan tdak adanya kegagalan konsideran, dan Lordship-nya ditegakkan untuk memberikan anjuran pada penjual.

Banding oleh pembeli, Pengadilan Banding (Yang Mulia Greene, Tuan dan Croom Jhonson, J Asquith, dipotong) bahwa perintah pengiriman ditawarkan oleh agen penjual patas pembayaran oleh pembeli dokumen yang tepat dibayangkan dengan tambahan catatan penjualan, dan mengambil tempat di bawah dokumen biasa di bawah kontrak a.c.i.f; bahwa perintah pengiriman dalam tanbahan diberikan oleh pembeli secara langsung dan melawan hak yang telah diperjanjikan secara bebas pengawas penjual kargo. Oleh karena itu pembeli telah gagal untuk menunjukkan bahwa disana terdapat kegagalan total pertimbangan untuk pembayaran.

Banding pembeli.

Yang Mulia Potter:

Yang Mulia, kewajiban dipaksa atas penjual dibawah kontrak a.c.i.f yang terkenal, dan dalam kasus ini meliputi penawaran bill of lading meliputi barang yang diperjanjikan untuk dijual dan bukan yang lainnya, pasangan dengan kebijakan asuransi dalam bentuk yang normal dan disertai dengan faktur yang menunjukkan harga dan, seperti kasus ini, biasanya berisi deduksi ongkos angkut yang pembei bayar sebelum pengiriman di pelabuhan discharge.Berawanan dengan tender dokumen pembeli harus dibayar dengan harga. Dalam kasus tertentu harta benda dapat menjadi either atau pengiriman, tapi kepemilikan tidak harga. Hasilnya, pembeli setelah menerima dokumen dapat mengklaim sesuai dengan kapal yang melanggar kontrak pengangkutan dan sesuai dengan dibawah penulis untuk kerugian yang dimuat dengan kebijakan. Bentuk kontrak c.i.f yang tegas, bagaimanapun, dimodifikasi sebuah ketentuan bahwa perintah pengiriman dapat digantikan dengan bill of lading atau setifikat asuransi bukan untuk kebijakan, saya pikir, membuat kontrak menutup atas seuatu lebih daripada ketentuan cif, tapi dalam memutuskan apakah hal ini menjadi sesuai dengan kategori atau tidak semua perubahan urutan dan kombinasi ketentuan dan kondisi harus diambil menjadi pertimbangan. Tidak setiap kontrak yang dinyatakan menjadi kontrak a.c.i.f. Kadang-kadang, ketentuan yang dikenalkan menjadi kontrak digambarkan dengan konflik dengan ketentuan c.i.f. Pada kasus sekarang, hal ini bukan seperti bentuk perintah pengiriman biasa yang telah diberikan dan diterima atau mencakup parsel sertifikat asuransi yang di tangan Van Bree seperti agen bagi pembeli, bukan solusi yang didapatkan mereka menjijikkan untuk transaksi seperti yang dilakukan oleh Rwlat J dalam Law & Bonar Ld melawan British American Tobacco Ltd. Efek sesungguhnya semua ketentuan tersebut harus diambil rekening, melalui, tentu saja, deskripsi cif tidak dilupakan. Hal ini benar, tidak ada keraguan, untuk mengatakan bahwa beberapa tahapan telah semakin maju pelaksanaannya pada kontrak ini, sebagai contoh, barang telah dikirimkan, faktur telah dikirim, biasa disebut perintah pengiriman telah ditransmisikan dan perintah pengiriman amongst ketentuan itu sendiri berisi sebuah deklarasi dengan agen penjual , Belgia Rain & Produce Co.Ltd bahwa mereka memeberikan saham perintah pengiriman saat ini & 4973 dalam sertifikat asuransi. Tetapi mengambil pemenuhan langkah selanjutnya tidak pasti bagian pelaksanaan kontrak.

Pertanyaannya apakah pembeli mendapat apa yang menjadi haknya untuk mengembalikan harga. Tentu saja, jika pembeli membayar sejumlah klaim untuk mengetahui perintah pengiriman dan saham pokoknya diberikan sertifikat asuransi, kontrak akan dipenuhi bagian setidaknya, tetapi saya tidak yakin kontrak, bahkan jika dihilangkan dengan praktek yang diadopsi oleh para pihak. Bahwa praktek tampaknya bagi saya lebih kepada menunjukkan bahwa perintah pengiriman memiliki beberapa nilai komersial atau bahwa van Bree mengambil tanggung jawab personal dengan pengesahan dokumen mereka. Tidak ada bukti nilai perdagangan dan dokumen itu sendiri hanya instruksi oleh satu agen penjual lainnya. Dalam pandangan saya, jika Belgian Grain dan Produce Co.Ltd telah lunak atas dokumen mereka memiliki hak menjastifikasi bahwa tindakan mereka hanya sebagai agen dan van Bree membuat alasan yang sama. Dokumen yang muncul bagi saya menjadi tidak lebih dari sebuah indikasi bahwa janji selalu dibuat oleh penjual yang akan mengangkut keluar, tetapi tidak ada jalan untuk meningkatkan kewajiban mereka atau menambahkan kemanan pembeli.

Menurut pendapat saya, metode kontrak yang baik yang bersifat pelanggan saya mendukung pandangan ini. Tidak ada keraguan kontrak yang telah dilaksanakan seperti membuat subjek untuk prinsip tertentu yang dicantumkan untuk kontrak cif. Tender bill of lading atau bahkan perintah pengiriman atas kapal, di setiap tarif jika pengacara dengan master, dan kebijakan atau sertifikat asuransi dikirimkan atau bahkan diadakan mereka dapat menempatkan hal tersebut dalam kategori. Tetapi tipe perintah pengiriman tender kasus ini adalah hanya menentukan langkah-langkah. Prosedur yang komplek telah diikuti sebelumnya sebelum barang dikeluarkan. Pembeli memegang sejumlah kewajiban untuk ongkos angkut untuk agen mereka; agen tersebut kemudian membayar ongkos angkut dan pengiriman pesanan untuk Belgian Grain & Produce Co Ltd yang menandatangani nota pengakuan menerima ongkos kirim agen atas tangan perintah pengiriman untuk van Bree yang menahan dan menjabarkan sebuah ”resiko curam” atau mengeluarkan wewenang agen pengriman mereka, Tetapi sebelum pengiriman barang secara fisk dapat mengambil tempat van Bree harus menerima ”kapten resiko curam” berwenang mengirimnya. ”ini jadi”, sebagai wasit mengatakan ”dokumen yang efektif atas van Bree dipenuhi kepemilikan fisik barang; hal ini dikeluarkan untuk van Bre dan tidak pernah secara fisik di tangan pembeli.

Yang Mulia, objek dan hasil kontrak acif dapat penjual dan pembeli setujui dengan cargo parcel mengambang dan transfer mereka secara bebas dari tangan ke tangan dengan memberikan kepemilikan kosntruksi barang yang telah disetujui. Prakteknya secara tidak ragu dan memproduksi di borongan untuk melakukan proses lebih sulit, tetapi perintah pengiriman kapal dan sertifikat asuransi dikirim atau diadakan di laut untuk mengambil tempat. Praktik ini mengadopsi antara pembeli dan penjual pada kasus ini menyumbangkan seperti perstujuan yang tidak mungkin baik. Pembeli tidak mendapatkan hak kepemilikannya sampai barang telah dikirimkan kepadanya di Antwerp, dan sertifikat asuransi, jika hal tersebut meyakinkan untuk keuntungannya, kecuali perjalanan dari kapal ke gudang, tidak akan diadakan untuk pengirimannya.

Meskipun begitu, hal ini sulit untuk melihat bagaimana parsel adalah resiko pembeli ketika dia tidak memiliki hak apapun atas kepemilikannya.

Pertanyaan inti untuk kasus ini, sebagaimana saya lihat, apakah pembeli membayar dokumen sebagai mewakili barang atau pengiriman barang itu sendiri. Waktu dan tenpat pembayaran adalan elemen yang harus dipertinbangkan tetapi tidak konklusif pertanyaan: seperti perimbangan, di satu tangan, mengindikasi pembayaran di kemajuan atau, dengan kata lain, mereka dapat menunjukkan penundaaan sampai tibanya kapal,, melalui kepemilikan barang masih di laut. Tetapi keseluruhan kondisi yang dicari di dan dimana, sebagaimana, menurut pendapat saya, dalam kasus ini, tidak ada kemanan atas hal tersebut.

Bahan  kuliah terjemahan TUGAS  MATA KULIAH KAPITA SELEKTA PERDAGANGAN INTERNASIONAL

2 responses to “PANDANGAN MAJELIS PERWAKILAN TINGGI (HOUSE OF LORD)

  1. terima kasih karena adanya terjemahan dari the julia case ,sangat sangat membantu saya .hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s