Menangisi Keberadaan Negara Ini

Negera kita saat ini  sedang krisis dalam  sisi  moralnya,   baik dari Eksekutif, Legislati dan Yudikatif  serta masyarakat mengalami krisis moral yang sangat dasyat.  Eksekutif, Legislati, dan yudikatif serta masyarakat dengan semaunya dan budaya mentang – mentangnya semua merasa berkuasa. Eksekutif merasa sebagai pejabat negara bisa mentang -mentang berbuat semaunya, legislatif juga karna dia dipilih dari rakyat dan mengatas namakan rakyat bahkan mengatas namakan Tuhan bisa berbuat semaunya (maaf  bahkan Tuhan juga mereka juga tipu), Yudikatif juga begitu sebagai ponggawa penegak hukum dapat berbuat semauanya dengan mengatas namakan Tuhan dan bahkan merasa lebih hebat dari Tuhan, dan masyarakat juga dengan bangganya karena merasa adanya  demokarsi berhak berbuat semaunya dan bahkan ada yang cenderung anarkis.

Tidak jarang mereka mengatas namakan hukum untuk label pembenaran dari suatu perbuatan, bahkan hukum dibuat tidak berpihak kepentingan umum, melainkan  hanya pada kepentingan tertentu untuk dibentuknya. Sadarkah kita bahwa UUD 1945 sampai detik ini belum juga kita jalankan secara murni dan konsekuen. Selain itu juga banya peraturan dibentuk dari kepentingan tujuan kaum oportunis. Kita lihat saja contohnya perubahahan atau amademen UUD 1945, aneh UUD 1945 sudah beberapakali dirubah dengan alasan memperjuangkan keadilan rubah dan diganti, namun didalam pembuatannya hanya berorientasi kepentingan organisasi atau kepentingan golongan tertentu tanpa memperhatikan sejatinya terbentuknya suatu undang -undang yaitu : alasan Filosfis, alasan hukum dan alasan sosiologis.  Sehinga menjadi suatu ketentuan atau peraturan yang belaku efektif dimasyarakat.

Kerap kali suatu peraturan dirubah atau dibuat karena masalah suatu pelaksanaannya, bukan dari subtansi  hukumnya. coba bayangkan peraturan itu dibentuk tentunya dsengan dana dan biaya yang tidak murah dan ini hanya mengahabiskan biaya.  Sedangkan peraturan atau sesuatu yang dibuat hanya suatu yang sebenarnya teknis pelaksanaannya dan dijadikan suatu retroika pahlawan dari reformasi dan seolah – olah pejuang masyarakat dan keadilan.

Melihat ini jelas bahwa bangsa kita, saat ini mengalami krisis yang parah, yaitu “KRISIS MORAL” ini lebih bahaya yang lebih dari bahaya KRISIS EKONOMI karena mereka bukan hanya berani menipu manusia dan kita, tetapi juga menipu TUHAN. Hal ini jelas akan membawa negeri ini jauh dalam keterpurukan dan menangis dan kaum HIPOKRIT akan tumbuh sumbur di BUMI PERTIWI ini.

SUDAH SAATNYA KITA HENTIKAN BUMI PERTIWI NI MENANGIS, dan \Sudah saatnya kita berbuat dari diri sendiri dengan bertanya dan melakukan sesuatu pada dan dari diri kita  sendiri, tidak usah menuding salah kepada orang lain. Marilah kita memulai memilih dari orang-orang yang kita pilih dari orang yang benar beragama (bukan Islam-islaman, bukan kristen-kristenan, bukan agama-agamaan, atau kalau dia negarawan bukan negara-negarawanan) karena dengan kita memilih itu mereka tetap akan bersumber pada keyakinan yang dianutnya secara baik dan benar dan yang dilakukan untuk kebaikan karena takut akan Tuhan.

Penulis,

Binatangpoerba

DEO SOLI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s