PENGERTIAN HUKUM TENTANG YAYASAN

Peraturan mengenai Yayasan diatur dalam :

Undang-Undang Nomor : 16 Tahun 2001 sebagaimana diubah dengan Undang –Undang Nomor : 28 Tahun 2008 dan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor : 63 Tahun 2008.

 

PENGERTIAN YAYASAN :

Definisi Yayasan berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU No.16 Tahun 2001 di jelaskan bahwa :

“Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaandan kemanusiaan, yang tidak mempunyai anggota”.

Dari definisi tersebut di atas ada 4 (empat) catatan utama tentang Yayasan, yakni :

1. Yayasan merupakan badan hukum.

 

Dapat bertindak dan melakukan perbuatan hukum yang sah dan mempunyai akibat hukum walupun nantinya yang bertindak adalah organ Yayasan, yakni Pembina, Pengawas maupun pengurusnya.

 

2. Mempunyai harta kekayaan yang dipisahkan.

 

Mempunyai aset, baik bergerak atau tidak bergerak, yang pada awalnya diperoleh dari modal/kekayaan pendiri yang telah dipisahkan.

 

3. Mempunyai Tujuan Tertentu.

Merupakan pelaksanaan nilai – nilai, baik keagamaan, sosial maupun kemanusian. Tidak mencari untung/nirlaba.

 

4. Tidak mempunyai anggota.

 

Tidak mempunyai pemegang saham atau sekutu-sekutunya.Namun yayasan digerakan oleh organ Yayasan baik Pembina, Pengawas namun yang berperan utama didalam pengorganisasiannya adalah pengurus harian.

Kedudukan Hukum dan Kekayaan Yayasan :

Kedudukan di Wilayah Republik Indonesia dan harus dituangkan di dalam AD dan ARTnya.

Sedangkan berdasarkan Pasal 26 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 dijelaskan bahwa “Harta kekayaan awal diperoleh dari pemisahan harta kekayaan (masukan) dari pendiri Yayasan, baik dalam bentuk uang maupun barang”. Pemisahan harta kekayaan pendiri sangatlah penting untuk menghindari agar jangan nsampaiu keyayaan awal yayasan masih merupkan bagian harta pribadi dari pendiri atau harta bersama dari pendiri dan keluarganya.

Selain berasal dari pemisahan harta tersebut, harta kekayaan yayasan juga diperoleh dari :

a. Sumbangan atau bantuan yang tidak mengikat;

b. Wakaf;

c. Hibah;

d. Hibah wasiat;

e. Perolehan lainnya.

Sedangkan untuk syarat minimum harta keyayaan yaysan berdasarkan Pasal 6 Peraturan Pemerintah No. 63 Tahun 2008 ditetapkan sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).

 

Organ Yayasan :

a. Pembina;

b. Pengawas;

c. Pengurus.

Resiko Hukum Bagi Organ Yayasan (Pembina, Pengawas dan Pengurus) :

a. Tidak digaji;

b. Bisa dipenjara;

c. Harta pribadi pengurus dan pengawas dapat menjadi jaminan.

d. Keterikatan pengurus pada Anggaran Dasar Yayasan.

e. Penerapan Prinsip Duty Skill Care bagi pengurus dan Pengawas.

f. Pelaksanaan kegiatan karyawan.

Kewajiban suatu Yayasan :

a. Membuat laporan tahunan.

b. Upaya melakukan pemeriksaan terhadap yayasan.

 

Sugeng Meijanto Poerba, S.H., M.H.

About these ads

One response to “PENGERTIAN HUKUM TENTANG YAYASAN

  1. gak sengaja menemukan binatang purba, thanks..bermanfaat banget-Nenden maya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s